Follow kami di google berita

Risiko Penambahan Titik Api, Manutung Jukut Ditiadakan

TANJUNG REDEB – Tradisi Manutung Jukut di Kabupaten Berau tahun ini tak digelar seperti biasanya. Pemerintah Kabupaten Berau memilih meniadakan pembakaran ikan secara massal di ruang terbuka karena mempertimbangkan tingginya risiko kebakaran di tengah cuaca panas.

Meski tradisi pembakaran ditiadakan, masyarakat tetap mendapatkan ikan. Pemkab Berau mengubah pola pembagian dengan menyalurkan ikan segar langsung kepada warga di 13 kecamatan untuk diolah masing-masing di rumah.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah pencegahan agar kegiatan yang melibatkan api tidak menambah potensi munculnya titik kebakaran.

“Manutung Jukut ditiadakan, tetapi bantuan ikan tetap disalurkan. Ikan akan kita distribusikan ke 13 kecamatan agar warga dapat memasaknya secara aman di rumah masing-masing,” ujarnya saat wawancara pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Sri Juniarsih, kondisi cuaca yang cukup terik membuat penggunaan api secara terbuka perlu diminimalkan. Pemkab memilih mengambil langkah antisipasi sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Cuaca saat ini sudah sangat terik. Jika ditambah pembakaran ikan secara massal, risiko kebakarannya tinggi,” tegasnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah tetap mempertahankan semangat berbagi dalam Manutung Jukut tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Ikan segar akan didistribusikan ke seluruh kecamatan sehingga masyarakat tetap dapat menikmatinya bersama keluarga dengan cara yang lebih aman.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel