Kebijakan BDR Dikembalikan ke Sekolah Masing-Masing

TANJUNG REDEB – Kabut asap yang kembali menutupi sebagian Kabupaten Berau sejak Minggu (4/10) sore, membuat masyarakat kembali merasakan dampaknya. Bahkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Senin (5/10) pun dipersingkat, mengingat kondisi udara yang kembali memburuk.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah ketika ditemui Senin siang menyebut saat ini kondisi belajar mengajar di sekolah dilakukan dengan sistem tatap muka terbatas.
“Saat ini tatap muka terbatas dan sudah dijelaskan di surat edaran terakhir Sekretariat Daerah Berau tentang proses pembelajaran akibat dampak Karhutla,” terangnya.
Ditanya potensi kembali dilakukan Belajar Dari Rumah (BDR), Perempuan yang akrab disapa Lis ini mengatakan jika kebijakan BDR dikembalikan ke sekolah masing-masing.
“Dalam surat edaran (SE) yang ada, dalam poin keempat sudah dijelaskan soal itu,” imbuhnya.
Dalam SE yang beredar tentang Moda Belajar Tatap Muka, di poin keempat dijelaskan jika pemantauan kualitas udara dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari yakni sebelum pembelajaran dimulai dan pada tengah hari.
Apabila kualitas udara memburuk dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melebihi 200 kategori sangat tidak tidak sehat dan atau kabut asap mengurangi jarak pandang sehingga mengancam keselamatan, maka pembelajaran tatap muka dihentikan. (Ard)




















