Mesin Pencacah untuk Atasi Timbunan Sampah Plastik

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi kendala penumpukan material daur ulang di tingkat masyarakat.

DLHK berencana menyalurkan bantuan stimulus teknologi berupa mesin pencacah dan alat pres guna memperkuat kapasitas pengolahan 22 bank sampah di Berau.

Langkah ini diambil setelah memetakan persoalan utama bank sampah yang selama ini stagnan pada tahap pengumpulan, tanpa dibekali fasilitas pengolahan yang memadai.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menjelaskan bahwa tanpa sentuhan teknologi, sampah anorganik yang telah dipilah masyarakat hanya akan menjadi beban tumpukan baru.

“Kami mengupayakan bantuan stimulus teknologi pengolahan seperti mesin pencacah dan alat pres. Dengan alat ini, sampah plastik tidak hanya berhenti pada pemilahan, tetapi bisa diproses menjadi bahan baku atau produk bernilai jual tinggi,” ujar Zulkifli beberapa waktu lalu.

Dengan modernisasi alat pengolahan ini, DLHK Berau menargetkan 10 bank sampah yang saat ini pasif dapat kembali beroperasi dengan sistem pengelolaan hilir yang lebih menjanjikan dan terukur.

Selain itu, di tangan yang tepat maka hasil cacahan sampah plastik juga bisa diberdayakan menjadi souvenir bernilai jual. Terlebih, produk kerajinan dari limbah plastik hasil karya bank sampah di Kabupaten Berau juga diproyeksikan masuk ke dalam ekosistem pariwisata daerah.

DLHK Berau membidik sektor pariwisata sebagai pasar utama untuk menyerap produk ekonomi kreatif (ekraf) berbasis sampah anorganik.

Dari 12 bank sampah aktif di Berau, sejumlah warga mulai memproduksi kerajinan mikro seperti gantungan kunci dan pernak-pernik dekorasi. Namun, potensi ini belum berkembang optimal akibat terbatasnya akses pasar.

Melihat peluang besar dari kunjungan wisatawan ke Berau, Pemkab berencana mengarahkan produk daur ulang tersebut menjadi suvenir resmi khas daerah.

“Sektor pariwisata adalah peluang pasar yang sangat besar. Produk kerajinan daur ulang dari masyarakat nantinya bisa diarahkan menjadi suvenir khas Berau, sehingga punya nilai tambah ekonomis sekaligus mendukung pariwisata ramah lingkungan,” tutupnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel