Sampah Horeka dan Pasar Melonjak, Sidak dan Penindakan Hukum Disiapkan

TANJUNG REDEB — Pemilahan sampah dari sumbernya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan DPRD Berau. Langkah ini diambil guna menekan lonjakan volume sampah daerah, yang kini telah menembus 154 ton per hari, naik signifikan dari sebelumnya 100 ton per hari.

Dipimpin Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, rapat Komisi II yang menghadirkan DLHK Berau itu menegaskan jika sektor hotel, restoran, kafe (Horeka), waralaba, hingga Pasar Sanggam Adji Dilayas berkontribusi besar terhadap lonjakan tersebut karena masih mencampur sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kami berencana akan melakukan sidak komisi ke sejumlah titik Horeka, untuk mengecek skema pengelolaan dan volume sampah secara riil,” ujar Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami ditemui usai rapat bersama DLHK Berau, Selasa (22/9) di ruang Komisi II DPRD Berau.

Selain sidak, penindakan Perda Pengolahan Sampah oleh Satpol PP juga menjadi opsi selanjutnya. DPRD pun mendorong penegakan Perda Tahun 2017 tentang Pelanggaran Pengelolaan Sampah melalui kolaborasi bersama Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Selain itu, Pemkab Berau melalui DLHK juga diminta kembali melakukan sosialisasi ulang serta memperketat dokumen lingkungan (UKL-UPL) bagi para pelaku usaha agar wajib mengelola residu sampahnya secara mandiri.

“Yang paling penting kan kita menyelamatkan usia TPA yang ada. Semakin sedikit sampah atau residu yang masuk maka akan semakin mengurangi beban TPA itu sendiri,” tambah Sutami.

Terpisah, Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari menerangkan jika rapat koordinasi bersama DPRD Berau itu adalah bentuk kolaborasi dengan legislatif.

“Kita berharap Horeka dan pengusaha lainnya yang menghasilkan sampah bisa memilah sampahnya sesuai dengan surat edaran. Karena TPA kita yang sekarang kalau terus dipenuhi oleh sampah yang bercampur maka akan makin penuh jadinya. Lebih baik yang ke sana itu residu terolah,” beber Zulkifli.

Ditanya soal TPA Bujangga yang diancam akan ditutup oleh pihak tertentu, Zulkifli menyebut jika pihaknya baru mendapatkan informasi dari anggota dewan.

“Sampai saat ini masih dipergunakan TPA Bujangga. Karena kalau ditutup pun bagaimana? Sampah mau dibuang kmna? Apalagi sekarang kan sudah ada sistem sanitary landfill,” imbuhnya.

Sedangkan untuk sosialisasi ulang yang akan dilakukan, Zulkifli mengatakan jika pihaknya siap. Akan kita sosialisasikan ulang dan hasil pemantauan pengawasan juga kita harapkan. Dan lebih baik nanti dalam UKL-UPL-nya kita tekankan untuk pengolahan sampah secara mandiri,” pungkasnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel