Gamalis Perketat Pengawasan Wisata, Cegah Pulau Berau Jadi Tumpukan Sampah

TANJUNG REDEB – Persoalan sampah menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pariwisata Kabupaten Berau. Pemerintah daerah pun mulai memperkuat pengawasan hingga ke kawasan wisata, terutama pulau-pulau yang rentan menjadi tempat penumpukan sampah.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata. Sebab, kerusakan lingkungan dapat menghilangkan daya tarik destinasi yang selama ini menjadi andalan daerah.

“Banyak sekali pulau-pulau yang ada. Kalau tidak bijak terkait sampah, pulau itu bisa menjadi tempat penumpukan sampah, baik dari dalam maupun dari luar,” kata Gamalis saat menjadi narasumber dalam talk show inspiratif bertajuk Sampah Bernilai Wisata Lestari di Story Mount, Jalan Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Sabtu (31/10/2026).

Ia menyebut, Pemkab Berau terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas di setiap destinasi wisata. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan wisata tetap terjaga dan tidak tercemar oleh sampah.

Selain pengawasan, pemerintah juga memperkuat sarana pengangkutan sampah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, sebanyak 10 armada pengangkut sampah baru saja disalurkan.

Gamalis berharap penambahan armada tersebut dapat membantu mengatasi persoalan sampah sekaligus menekan praktik pembakaran sampah yang masih terjadi di masyarakat.

“Semoga ini dapat membantu, dengan tujuan menghentikan pembakaran sampah,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat dan pelaku wisata juga diperlukan agar destinasi tetap bersih dan nyaman dikunjungi.

Gamalis menegaskan, pariwisata Berau memiliki potensi besar untuk menjadi sektor unggulan pengganti pertambangan. Namun, peluang itu hanya dapat diwujudkan jika kelestarian alam dijaga secara konsisten.

“Kelestarian alam menjadi harga mati di Berau,” tegasnya.(Adv/Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel