Pembangunan Tower Emergency Dikebut

TALISAYAN — Upaya penanganan gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Talisayan–Maloy terus digenjot.

Di tengah kondisi medan geografis yang berat dan ekstrem, personel gabungan dari PT PLN (Persero) dikerahkan siang dan malam demi mempercepat pembangunan tower emergency, untuk memulihkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Berau dan sekitarnya.

Hingga Rabu (28/10/2026) pukul 19.00 WITA, progres keseluruhan penanganan di lapangan tercatat telah menembus lebih dari 35 persen. Perkembangan signifikan ini dicapai berkat percepatan mobilisasi material serta pengerjaan fisik di titik terdampak.

Fokus utama perbaikan saat ini tertuju pada titik T.116. Sejumlah material utama dan peralatan pendukung berat dilaporkan telah berhasil dimobilisasi seluruhnya ke lokasi kejadian.

Dalam proses mendirikan tower emergency di titik T.116, tim teknis PLN telah berhasil menyelesaikan pemasangan 9 dari total 15 kolom struktur tower darurat. Pemasangan kolom-kolom struktur ini menjadi tahapan krusial sebelum dilakukannya pengandongan serta penarikan konduktor (kabel transmisi) untuk menormalkan kembali aliran listrik.

Tantangan medan yang sulit tidak diselesaikan oleh PLN seorang diri. Kerja keras di lapangan mendapat penguatan melalui sinergi intensif bersama berbagai instansi dan elemen masyarakat lokal.

Personel gabungan di lapangan turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau. TNI melalui personel Koramil 0902-07/Talisayan, dan masyarakat setempat yang secara swadaya ikut bahu-membahu membukakan akses, mengamankan area, serta membantu kebutuhan logistik dan teknis di lokasi perbaikan.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama yang mempercepat pergerakan alat dan personel di tengah cuaca serta medan lapangan yang menantang.

Manajer PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho menegaskan bahwa, seluruh tahapan pemulihan darurat ini dieksekusi dengan tetap memegang teguh prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Setiap personel yang bertugas di lapangan dibekali dengan standar pengamanan ketat mengingat proses pengerjaan dilakukan nonstop 24 jam di area bertegangan tinggi dan bermedan curam,” ungkapnya.

Selain keselamatan petugas, PLN juga memastikan bahwa setiap tahapan pendirian tower emergency memenuhi kalkulasi teknis agar sistem kelistrikan yang nantinya terhubung kembali dapat beroperasi secara aman, stabil, dan andal bagi masyarakat.

PLN menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemkab Berau, aparat keamanan, serta kesabaran masyarakat selama proses pemulihan transmisi SUTT 150 kV Talisayan–Maloy ini berlangsung. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel