Hasil Pilah Sampah dan Kebun Hidroponik Bantu Muluskan Jalannya Program Lain

Meskipun sempat vakum saat hantaman COVID-19 pada 2020 lalu, bank sampah Askit kini mulai aktif kembali. Dengan sentuhan pihak ketiga yakni perusahaan Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan sejak delapan bulan lalu, ketiga program itu mulai menunjukkan hasil signifikan.
“Hantaman COVID-19 memang sempat membuat warga tak menjalankan bank sampah ini. Jangankan keluar rumah, untuk beraktivitas saja semuanya serba terbatas. Tapi syukurnya setelah membaik, warga kembali aktif bahkan semakin antusias setelah tahu keuntungan yang akan didapat,” ujar Lurah Kelurahan Baru Ilir, Junaidi ditemui di sela-sela peninjauan.
Usai mati suri, akhirnya di tahun 2023 mulai bergeliat lagi dan sampai saat ini bank sampah dijadikan ibaratnya sebagai media edukasi juga kepada warga, bahwa sampah itu yang hasilkan kita sendiri. Otomatis secara tidak langsung kita harus bertanggung jawab terhadap sampah yang kita keluarkan, dengan cara apa? Salah satunya dengan pemilahan.
“Kita selalu edukasi untuk masyarakat selalu mulai dari rumah, mulai dari sumbernya itu memilah sampah, mana sampah organik, mana sampah anorganik. Sampah anorganik seperti botol plastik dan lain sebagainya, kardus bisa disimpan ditabung di bank sampah yang juga menghasilkan ekonomi, jadi uang,” tegasnya.
Untuk di Program Kampung Iklim (Proklim) dimana fokusnya adalah lingkungan, pengolahan sampah yang ada terlihat sangat membuahkan hasil. Sedangkan untuk program ketahanan pangan, hasil kebun hidroponik yang ada, kini sebagian juga dijual ke luar kelurahan Baru Ilir.
“Penghasilan yang didapat baik dari bank sampah maupun kebun hidroponik ini, sebagian masuk ke kas dan sebagian lagi untuk membantu menjalankan program lainnya. Misalnya, untuk membeli bibit tanaman dan kebutuhan lain untuk hidroponik,” tambahnya.
Saat ini, di RT.12 juga baru membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT), yang anggotanya ada 20 orang merupakan gabungan dari lima RT yang ada. Jadi, anggotanya semua ibu-ibu dari perwakilan setiap RT sebanyak dua orang.
“Induk KWTnya di RT.12, nanti kan dari KWT ini, mereka mendapat edukasi pembinaan dari Dinas Pertanian dan juga dari teman-teman Pertamina untuk dikembangkan di wilayah masing-masing. Jadi, yang mengelola hidroponik itu ke depannya adalah kelompok wanita tani,” ujar Junaidi.
Namun, tak menutup kemungkinan nantinya jika program ini berjalan konsisten dan semakin meluas, maka penghasilan yang didapat akan dibagi merata dengan warga dan kader, yang selama ini hanya berjalan secara sukarela.
“Saat ini kan baru tiga RT yang berjalan aktif. Ke depannya, kita harapkan semua RT bisa tergabung dan aktif di semua program. Apalagi saat ini Kelurahan Baru Ilir juga masuk sebagai lokasi binaan Pertamina RU V Balikpapan, sehingga support yang mulai masuk sangat membantu untuk menjalankan program yang ada,” katanya.




















