Komitmen Pertamina RU V Balikpapan Tuntaskan Stunting dari Akar

Proses pengukuran balita di Posyandu Mawar Harum pada Rabu (4/11/2026) oleh kader posyandu yang selalu standby.

Kehadiran Pertamina RU V Balikpapan di Kelurahan Baru Ilir bukan ala kadarnya. Didapuk sebagai salah satu area binaan, pendampingan secara berkala hingga pemberian sarana prasarana, menjadi angin segar bagi masyarakat di kelurahan itu.

“Untuk Proklim, program ini kami jalankan karena memang salah satu rujukannya itu adalah peraturan walikota, yang sudah tidak boleh ada sampah residu lagi yang ikut terbuang di TPA Manggar. Jadi kita coba untuk kelola sampah dari sumbernya, yakni dari masyarakat termasuk sampah produk rumah tangga,” beber Comdev Officer Pertamina RU V Balikpapan, Rizqy Ray.

Untuk program Proklim sendiri, dikatakannya berfokus untuk sampah dapur, karena lokasi pembinaan memang area perumahan. Jadi pasti timbunan sampah dapurnya cukup banyak.

“Kalau kemarin kita sudah melakukan kajian dampak lingkungan juga sama Uniba, itu di RT Kelurahan Baru Ilir rata-rata per RTnya bisa menghasilkan 153 kilogram sampah dapur per harinya. Ini menjadi salah satu rujukan kita juga untuk fokus ke pengolahan sampah, terutama di komposter,” ujarnya.

Kemudian untuk kebun gizi, dikatakan Rizqy, agar ada sirkularnya. Kalau misalkan membuat kompos saja tentu akan bingung juga digunakan kemana. Kebun gizi ini yang menjadi solusi agar hasil kompos olahan dari sampah bisa dimanfaatkan.

Sedangkan untuk hidroponik itu merupakan rujukan dari beberapa program Pertamina juga, yaitu hidroponik di area terbatas atau perumahan terbatas penduduk. Jadi, disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat juga.

“Kemarin ada yang minta hidroponik, oke kita kasih bantuan hidroponik juga. Kita beri pelatihan juga rencana ke depannya. Jadi, bagaimana terkait pengolahan proklim ini bisa berjalan jangka panjang,” harapnya.

Selain itu, program lain yang dijalankan Pertamina di Kelurahan Baru Ilir adalah Warga Siaga Sehat di Posyandu Mawar Harum. Dimana sementara untuk bantuan baru berjalan sekitar 8 bulan, dengan bantuan oneshot dulu terkait sarana-prasarana seperti alat kesehatan untuk penimbangan dan pemeriksaan kesehatan.

Dari semua program yang berjalan, muaranya adalah mengurangi angka stunting. Pihak Pertamina pun mencari data valid tentang hal ini. Data yang didapat dari program-program sebelumnya di Warga Siaga Sehat di RT lain, menjadi acuan awal langkah dimulai.

“Itu kita gerilya bersama anggota kader kelompok, memastikan kalau warga sekitarnya apakah ada yang kira-kira terindikasi stunting?,” tambah Ray.

Dari hasil gerilya mendata ternyata memang ada beberapa temuan, kalau untuk di RT sebelumnya ada beberapa anak yang masuk indikasi stunting. Sehingga, fokus anggarannya yag dikucurkan sebesar Rp10 juta, untuk di pengelolaan lingkungan yang masuk lewat proklim.

“Dan itu juga mendukung mereka untuk lomba lingkungan. Jadi makanya kita coba lihat antusias mereka seperti apa untuk mengelola anggaran kita, dan tentunya untuk membangun kepercayaan masyarakat ke Pertamina juga. Bagaimana bersama masyarakat itu mengelola program CSR,” tambahnya.

Program terakhir yang dijalankan adalah tanggap bencana. Dimana tanggap bencana fokus program pada Keluarga Tangguh Bencana (Katana), yang isinya mayoritas para pria yang juga bergerak sebagai relawan.

Katana saat ini fokusnya di penanggulangan bencana, terutama di pasca bencananya. Berbagai pelatihan diberikan, salah satunya dengan melakukan rekonstruksi kegiatan yang ada di kilang, yakni Major Emergency Drill, yang rutin tiap tahun diadakan.

“Tapi kita cobakan di masyarakat dengan versinya masyarakat. Major Emergency-nya bagaimana masyarakat itu bisa paham alurnya ketika terjadi bencana itu seperti apa. Tahapannya seperti apa dan haru bagaimana. Terutama untuk di masalah bencana longsor, karena sebenarnya kalau dari data BPBD itu tiap tahun bencana longsor menduduki posisi kedua tertinggi di Kota Balikpapan setelah kebakaran,” pungkasnya.

Bagikan

Subscribe to Our Channel