Follow kami di google berita

Produk Ikan Kaleng Berau Dibidik Tembus Jeddah

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendorong produk perikanan lokal naik kelas. Ikan yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai komoditas mentah, diarahkan menjadi produk olahan bernilai tambah melalui pengembangan ikan kaleng.

Targetnya tidak tanggung-tanggung. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas ingin produk ikan kaleng khas Berau nantinya mampu menembus pasar internasional, termasuk Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Sri Juniarsih, potensi perikanan Berau harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat melalui proses hilirisasi.

“Mudah-mudahan produk ini bisa go international,” ujarnya.

Ia bahkan membuka peluang produk tersebut dipasarkan di Jeddah melalui jaringan Hotel Indonesia maupun dibawa masyarakat yang menjalankan ibadah umrah.

“Suatu saat ikan-ikan kita bisa dipasarkan di Jeddah,” katanya.

Namun, ambisi menuju pasar global tersebut masih menghadapi tahapan penting. Produk ikan kaleng harus terlebih dahulu mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan proses tersebut sedang dikejar karena produk ikan kaleng masuk kategori pangan berisiko tinggi.

“Yang kami kejar sekarang adalah izin BPOM. Alat, proses produksi dan sumber bahan bakunya harus melalui pengujian,” jelasnya.

Menurut Majid, BPOM tidak hanya memeriksa produk akhir. Kejelasan sumber bahan baku, peralatan produksi hingga proses pengolahan menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi.

Ia menyebut produksi saat ini masih berskala kecil. Sebelumnya, sekitar 100 kaleng produk sempat dibawa dalam kegiatan perjalanan jemaah haji, meski belum mengantongi izin BPOM.

Karena itu, Dinas Perikanan memilih menuntaskan tahapan perizinan terlebih dahulu sebelum mendorong produksi dalam skala lebih besar.

“Ini masih step by step. Setelah perizinan selesai, baru kita dorong lebih jauh,” ujarnya.

Jika seluruh tahapan terpenuhi, pemerintah berharap pengalengan ikan tidak berhenti sebagai proyek skala rumah tangga, tetapi berkembang menjadi industri pengolahan yang mampu menyerap bahan baku lokal dan membuka pasar baru bagi produk perikanan Berau.(Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel