BEC 2026 Dorong Budaya Berau Masuk ke Ekonomi Kreatif

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendorong budaya tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Upaya tersebut salah satunya ditampilkan melalui Berau Ethno Carnival (BEC) 2026. Sebanyak 42 peserta dari pelajar, OPD, BUMD, organisasi dan paguyuban ikut menampilkan kreativitas mereka dalam parade busana etnik.

Kegiatan tersebut mengambil rute dari halaman Kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Jalan SM Aminuddin, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I hingga finis di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan BEC merupakan parade busana kontemporer yang menggabungkan seni, tradisi dan budaya lokal maupun nusantara dengan konsep fashion modern.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi cara untuk membuat budaya lebih dekat dengan generasi muda.

“BEC juga ingin menumbuhkan kreativitas mengemas sejarah, seni, dan budaya ke dalam bentuk fashion modern agar tampil menarik dan kekinian,” ujar Yudha.

Selain pelestarian budaya, Yudha mengatakan BEC diarahkan menjadi bagian dari promosi pariwisata Berau. Atraksi budaya dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata perlu berjalan bersama dengan pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

“Kita ingin membangun branding Berau sebagai tourism, culture and creative city,” jelasnya.

Menurut Yudha, semakin banyak atraksi budaya yang ditampilkan, semakin besar pula peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama. Kondisi itu diharapkan ikut membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

“Dengan atraksi budaya, wisatawan akan lebih lama tinggal dan dengan ekonomi kreatif wisatawan akan lebih banyak membelanjakan uangnya,” katanya.

Ia berharap BEC dapat terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Berau sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel