BEC 2026 Jadi Panggung Keberagaman Budaya Berau

TANJUNG REDEB – Berau Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali digelar dengan membawa pesan keberagaman budaya dan persatuan masyarakat Berau.

Sebanyak 42 peserta mengikuti parade yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb. Peserta berasal dari pelajar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, organisasi hingga paguyuban.

Beragam busana bernuansa etnik dan budaya ditampilkan dalam parade tersebut. Peserta berjalan dari halaman Kantor Bupati Berau menuju Jalan APT Pranoto, Jalan SM Aminuddin, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I dan berakhir di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan keberagaman menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki Berau. Berbagai suku dan kelompok masyarakat dinilai mampu hidup berdampingan serta menjaga kerukunan.

Gamalis menyebut tiga suku asli Berau, yakni Dayak, Banua dan Bajau, menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.

“Kolaborasi antara suku-suku yang ada di Kabupaten Berau menjadikan daerah ini tetap sejuk, tetap aman,” ujar Gamalis.

Menurutnya, keberagaman tidak boleh hanya menjadi identitas, tetapi juga harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

Karena itu, kegiatan budaya seperti BEC dinilai penting untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu ruang. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga di tengah masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadikan masyarakat Berau menjadi masyarakat yang baik, cerdas, dan madani,” katanya.

Gamalis juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan BEC 2026. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada masyarakat yang lebih luas. (Adv/Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel