Minimnya Sertifikasi Dive Master Jadi Sandungan Pengembangan Wisata Bahari?

TANJUNG REDEB — Keberadaan pemandu wisata selam atau dive master, memegang peranan yang sangat vital dalam menggerakkan roda sektor pariwisata bahari di wilayah pesisir Kabupaten Berau, khususnya Kepulauan Derawan.

Sebagai garda terdepan di lapangan, kompetensi dan profesionalisme seorang dive master tidak hanya menentukan kepuasan berwisata, tetapi juga menjadi benteng utama pencegahan risiko kecelakaan air.

Dalam sebuah pembahasan lintas sektor mengenai tata kelola wisata bahari bersama DPRD Berau, Senin (12/10), ditekankan bahwa peningkatan kapasitas bagi para dive master harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

“Aktivitas penyelaman memiliki kategori risiko menengah hingga tinggi yang memerlukan standar penanganan dan kesiapan operasional yang matang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie.

Meskipun penyediaan fasilitas medis khusus seperti fasilitas penunjang keselamatan penyelaman masih terus diupayakan oleh pemerintah, pembekalan kapasitas bagi para dive master dinilai sebagai langkah solutif yang paling mendesak untuk segera dioptimalkan.

Setiap dive master di lapangan dituntut untuk tidak sekadar memiliki sertifikasi dasar, tetapi juga dibekali dengan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemahaman mendalam terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk melakukan penanganan awal tatkala terjadi insiden yang tidak diinginkan di dalam air.

“Ketika terjadi insiden di lokasi wisata, penanganan awal yang dikuasai oleh dive master sangat menentukan keselamatan korban. Ini juga berkaitan langsung dengan warning atau catatan bagi negara asal wisatawan terhadap standar keamanan destinasi kita,” tambahnya.

Para dive master di wilayah kepulauan terus didorong agar mendapatkan akses pelatihan dan sertifikasi yang terstandarisasi. Peran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas di wilayah pesisir juga diharapkan dapat bersinergi untuk menopang serta mensupport kapasitas para penyelam profesional ini.

Dengan penguatan kapasitas, pelatihan K3 yang merata, serta sertifikasi yang kredibel, profesi dive master di Berau diharapkan tidak hanya menjadi penggerak utama dalam mendulang pendapatan daerah (cuan), tetapi juga mampu mewujudkan pariwisata bahari yang aman, tangguh, dan berstandar internasional. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel