Banyaknya Anak Yatim Piatu Karena Covid-19, Penanganan Psikis jadi Langkah Awal

ANews, Tanjung Redeb – Banyaknya kabar kematian orang tua para anak-anak akibat covid-19, menjadi hal yang kini diperhatikan oleh pemerintah termasuk di Berau, Jumat (3/9/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB3A) Berau Dahniar Rahmawati menyebut, salah satu langkah awal yang paling tepat yakni penanganan trauma psikis para anak.

Kata Dahniar, setelah penanganan psikis dilakukan, barulah fokus terkait pemenuhan hak. Diantaranya, kesehatan maupun pendidikan sesuai dengan instruksi presiden.

“Dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan di bawah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diminta untuk memastikan anak-anak itu sudah terjamin atau belum pemenuhan hak nya,” katanya saat ditemui di ruang kerja.

“Karena anak-anak ini dalam kondisi kategori darurat,” imbuhnya.

“Ke depan juga kami akan berkoordinasi untuk memastikan pemenuhan haknya, tak hanya jangka pendek, namun jangka menengah juga panjang,” sambungnya.

Dari catatan DP2KB3A, hingga 24 Agustus 2021 lalu, terdapat 112 anak di bawah 18 tahun yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 di Kabupaten Berau.

“Terkait dengan kategori anak, kalau kasusnya apa yang ada di Kampung Ampen Medang, Kecamatan Batu Putih itu dari 8 orang yang usianya bisa dikategorikan anak adalah yang berusia di bawah 18 tahun,” ujarnya.

“Jadi yang lebih dari itu tidak terdata, dan data itu sudah kita koordinasikan melalui Camat, Capil, Provinsi hingga diteruskan ke Kementerian,” lanjutnya. (*)

Bagikan