TANJUNG REDEB – Ambisi menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait skema pembiayaan pembangunan.
Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, mengakui hingga kini pihaknya belum bisa berbicara banyak soal target pembangunan karena belum ada kepastian anggaran.
Ia menegaskan, posisi DPUPR hanya berada di sisi teknis, bukan pemegang kebijakan anggaran proyek.
“Saya bukan pegang duit. Kalau mau tanya target kapan, itu tergantung anggarannya,” tegasnya saat wawancara di Hotel Mercure, (2/7).
Menurut Fendra, pembangunan TPS3R modern sejauh ini baru sampai pada pembahasan awal. Bahkan dirinya mengaku baru sekali dilibatkan dalam pembahasan proyek tersebut.
“Saya baru ikut. Jadi belum tahu detail keseluruhan skemanya,” ujarnya.
Meski demikian, DPUPR tetap menyiapkan langkah awal melalui dokumen teknis sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan fasilitas tersebut.
“Kami cuma bisa menyiapkan DED dan dokumen lingkungan,” tegasnya.
Sementara untuk skema hibah, pendanaan, maupun konstruksi fisik, Fendra menyarankan agar pertanyaan diarahkan kepada instansi terkait seperti BPKAD atau pihak pengambil kebijakan lainnya.
“Kalau soal hibah dan anggaran, tanyakan ke pihak yang berkaitan,” katanya.
Proyek TPS3R modern sendiri digadang menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi maju, dengan dukungan AI dan sistem pengolahan modern untuk menjawab persoalan sampah di Berau.
Selain pemerintah daerah, proyek ini juga melibatkan sektor swasta melalui dukungan CSR perusahaan untuk penyediaan lahan dan teknologi.
Namun hingga kini, kepastian realisasi proyek masih menunggu kejelasan pendanaan.(Akm)













