Follow kami di google berita

48 Hektar dan Terus Bertambah, Kopi Lokal Siap Gaet Investor

‎TANJUNG REDEB – Tren minum kopi yang terus meningkat rupanya ikut mendorong petani di Berau untuk ikut menanam tanaman bernilai ekonomi ini.

Meskipun masih tergolong baru. Budidaya penanaman kopi ini, sudah terbilang cukup lumayan. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau Lita Handini menyebut, luas lahan kopi saat ini baru sekitar 48 hektare, terbagi di beberapa wilayah seperti Sambaliung, Talisayan, Gunta, Batu Putih, Sambakungan, dan Biduk-biduk.‎

‎“Masih kecil memang, karena petani baru mulai beberapa tahun terakhir,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/11) siang.

‎Ia menjelaskan, jenis kopi yang banyak dikembangkan di Berau adalah Liberika, karena cocok tumbuh di wilayah dataran rendah.

‎“Kalau Arabika kan biasanya di daerah tinggi, sementara Liberika ini bisa tumbuh bagus di kondisi lahan seperti Berau,” jelasnya.

‎Meskipun sudah mulai terlihat hasilnya, namun Disbun sendiri belum bisa memastikan kapan kopi lokal Berau ini bisa dipasarkan secara luas, apalagi digunakan oleh pelaku UMKM dan kafe di daerah.

‎“Belum berani janji, karena produksi masih sedikit. Tapi kita dorong terus supaya petani semangat menanam,” tambahnya.

‎Pemerintah daerah melalui Disbun juga terus memberikan pendampingan kepada petani, terutama yang sudah membentuk kelompok tani.

‎“Kalau sudah berkelompok, bisa kami bantu lewat bibit dan pelatihan. Tapi kalau masih sendiri-sendiri, paling kami arahkan saja,” bebernya.

Selain itu, ia melihat peluang investasi di sektor kopi cukup besar. “Kopi ini pasarnya sudah jelas. Hampir semua orang minum kopi, jadi kalau dari hulunya bisa kuat, hilirnya pasti jalan,” ungkapnya.

‎Meski belum sebesar daerah lain seperti Sumatra atau Jawa Barat yang sudah ekspor, ia yakin Berau punya potensi besar untuk berkembang.

‎“Baru lima tahun terakhir kopi di sini mulai tumbuh, tapi trennya positif. Yang penting semangat petani jangan padam,” katanya.

‎Ia berharap kopi lokal Berau ke depan bisa punya ciri khas sendiri dan dikenal lebih luas. “Sekarang masih sedikit-sedikit, tapi dari hal kecil seperti ini biasanya tumbuh besar. Kalau petani kompak dan serius, kopi Berau bisa jadi kebanggaan kita sendiri,” tutupnya. (Adv/ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel