TANJUNG REDEB – Verifikasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat telah dilalui. Namun, bagi Pemkab Berau, perjuangan belum selesai.
Status Geopark Nasional nantinya justru menjadi awal untuk mengembangkan kawasan dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Sekda Berau Muhammad Said mengatakan, selama proses verifikasi, pemerintah daerah mendapat berbagai arahan dan catatan dari kementerian, Badan Geologi Nasional, serta tim verifikasi.
“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian, Badan Geologi yang telah memberikan pemahaman, serta mendukung sepenuhnya Geopark ini,” kata Said.
Menurutnya, penetapan sebagai Geopark Nasional tidak boleh hanya menjadi sebuah label. Status tersebut harus diikuti dengan pengelolaan kawasan yang jelas dan berkelanjutan.
“Jangan sampai setelah ditetapkan, kita hanya bangga dengan statusnya,” ujarnya.
Sangkulirang Mangkalihat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis geologi dan alam.
Selain pariwisata, kawasan tersebut juga dapat menjadi ruang pengembangan edukasi, penelitian, konservasi hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Pemkab Berau kini tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen dan data, tetapi juga memastikan kesiapan kawasan ketika status nasional diberikan.
“Ini bukan akhir dari proses. Justru setelah penetapan nanti pekerjaan kita semakin besar untuk menjaga kawasan, mengembangkan potensinya, dan memastikan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” jelas Said.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai harapan, sebelum akhir 2026 Sangkulirang Mangkalihat ditargetkan tercatat sebagai bagian dari Geopark Nasional Indonesia.
Bagi Berau, status tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat potensi alam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kita ingin kekayaan alam ini tetap terjaga, tetapi di sisi lain juga bisa memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(Adv/Akm)













