TANJUNG REDEB – Kondisi cuaca dan udara yang tak sehat di Kabupaten Berau, juga berdampak pada sektor perikanan. Selasa (8/9) pagi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mendapat laporan adanya ikan mati mendadak di Sungai Segah.
“Kami dapat laporan dari masyarakat dan langsung menurunkan tim untuk mengambil sample. Saat ini sedang uji di laboratorium,” terang Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, dikonfirmasi Selasa (8/9) siang.
Dijelaskannya, laporan menyebutkan jika ikan di sekitar sungai pada timbulan. Dan tim DLHK langsung melakukan deteksi dini ke lokasi.
“Kita cek sebenarnya pengaruh apa. Nanti hasil uji lab kita sampaikan ke publik. Jangan menimbulkan keresahan. Tapi potensinya karena kurang oksigen dan udara panas,” bebernya.
Selain itu, perubahan warna air jernih atau tidak, juga menjadi konsen uji lab. Dimana uji lab-nya dilakukan mandiri sendiri oleh DLHK.
“Kan kami punya lab sendiri, lab lingkungan. Karena baru tadi pagi diambil sample, kita tunggu saja hasilnya,” pungkasnya.
Hingga kini, baru satu lokasi yang dilaporkan mengalami kematian ikan secara mendadak. Namun, tidak menutup kemungkinan nantinya ada lokasi lainnya. (Ard)













