MARATUA – Seorang wisatawan asal Jakarta ditemukan meninggal dunia di Pulau Maratua. Korban seorang perempuan bernama Go Mo Lij, kelahiran Surabaya ,31 Desember 1958 ( 67 Thn ) yang merupakan suku Tionghoa ini, ditemukan tak bernyawa usai dilaporkan hilang sejak Minggu (30/8) pagi.
Sesuai identitas korban, beralamat di Jl. Sakura, Perumahan Taman Modern, Blok H4,No 12A,RT.018 / RW. 006 Kel.Ujung Menteng,Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur,Prov DKI Jakarta.
Korban ditemukan meninggal dunia pada Senin (31/8) sore di dalam hutan kebun kelapa milik warga.
“Pada saat ditemukan, korban memakai baju daster motif batik warna hitam, sendal warna merah dan topi warna merah. Sesuai dengan ciri akhir korban terlihat oleh sang anak,” terang
Ka Sium Polsek Maratua Aipda Cahyo Wahyudi ketika dikonfirmasi.
Korban bersama anaknya menginap di Maratua Guest House. Menurut keterangan anak korban yakni Anny Octavia Tangkilisan, korban memliki riwayat penyakit Alzheimer atau penurunan fungsi daya ingat. Dan pada saat keluar dari Guest House tidak membawa Handphone maupun tanda identitas diri apapun.
Tim SAR yang menerima laporan itu melakukan pencarian intensif di hari kedua, setelah hasil nihil di hari pertama. Di hari pertama, pencarian korban dilakukan bersama warga setempat.
“Pada Senin pagi pukul 09.00 wita telah dilaksanakan kegiatan SAR pencarian hari ke dua. Pada pukul 09.15 Wita, tim gabungan berangkat ke titik dugaan keberadaan korban untuk melakukan pencarian,” jelas Aipda Cahyo.
Pukul 12.00 wita, pencarian dihentikan sementara untuk koordinasi pencarian lebih lanjut. Dan pukul 14.00 wita, tim gabungan melanjutkan kembali pencarian korban Go Mo Lij.
Pukul 14.30 wita,tim gabungan bergerak menuju ke titik dugaan keberadaan korban. Dengan metode pencarian berjalan kaki menyusuri hutan dan kebun kelapa, pukul 15.11 wita, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Pukul 15.30 wita, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Maratua untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban tidak keberatan dengan kejadian ini dan menganggap kejadian ini adalah musibah sehingga menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkasnya.
Menurut keterangan awal, keluarga korban sepakat untuk memakamkan korban di pemakaman Kampung Teluk Harapan Kec.Maratua. (Ard)













