TANJUNG REDEB – Kemarau yang belum juga mereda membuat Pemerintah Kabupaten Berau kembali mengajak masyarakat melakukan ikhtiar bersama.
Salat Istisqa atau salat memohon hujan akan kembali digelar pada Minggu (30/8/2026) di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.
Salat dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WITA. Ustadz Jamiruddin dipercaya sebagai khatib. Kegiatan tersebut akan melibatkan unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Langkah ini dilakukan di tengah kondisi cuaca panas dan curah hujan yang masih terbatas. Situasi tersebut juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Berau.
Pemkab Berau sebelumnya telah menggelar Salat Istisqa sebagai respons atas kondisi kemarau. Namun, hujan yang diharapkan belum turun secara merata sehingga pemerintah kembali mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa bersama.
Ajakan tersebut tertuang dalam surat undangan yang ditandatangani Bupati Berau Sri Juniarsih Mas pada 28 Agustus 2026.
Salat Istisqa menjadi bagian dari upaya menghadapi dampak kemarau yang tidak hanya dilakukan melalui pendekatan spiritual.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan langkah teknis, termasuk penanganan karhutla dan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait operasi modifikasi cuaca.
Melalui pelaksanaan salat tersebut, masyarakat diajak bersama-sama bermunajat agar hujan segera turun dengan membawa manfaat dan keberkahan bagi Kabupaten Berau.
Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, pemerintah menegaskan bahwa penanganan kemarau membutuhkan ikhtiar dari berbagai sisi langkah teknis, kesiapsiagaan, sekaligus doa bersama.(Akm)













