TANJUNG REDEB – Kuota calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Berau, saat ini tengah menunggu proses verifikasi administrasi di Provinsi Kaltim dan pusat. Jumlah yang akan diberangkatkan sebanyak 224 calhaj.
“Angka ini naik dari tahun 2025 lalu yakni total hanya di angka 149 (144 kuota reguler ditambah 5 lansia). Sedangkan tahun 2026 ini bertambah menjadi 154 orang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Berau, Rahman Duka, ditemui Kamis (22/1/2026) pagi.
Penambahan kuota tersebut terjadi karena Kabupaten Berau termasuk daerah dengan antrean calhaj yang cukup panjang. Dimana dari kuota awal hanya 154, mendapatkan penambahan lagi sebanyak 70 sehingga totalnya jadi 224 calhaj.
“224 itu termasuk tambahan dimana ada lansia 3 orang. Tapi kuota itu belum bisa dipastikan bisa berangkat semua. Menunggu hasil verifikasi administrasi,” tambahnya.
Untuk kuota calhaj ini, diterangkannya ditentukan oleh pemerintah pusat untuk Provinsi Kaltim. Kemudian Pemprov membaginya ke masing-masing kabupaten yang ada.
“Jadi tidak bisa dipastikan tahun berikutnya akan bertambah atau justru berkurang,” jelasnya.
Rahman juga menyebutkan, jemaah yang berangkat tahun ini sebagian besar merupakan pendaftar lama. Bahkan ada yang mendaftar sejak Desember 2012 dan baru bisa berangkat pada 2025 atau 2026.
“Antrean kita panjang. Ada yang mendaftar 2012 dan baru berangkat sekarang. Bahkan ada juga kabupaten yang tidak dapat kuota sama sekali, seperti Mahakam Ulu,” katanya.
Sedangkan untuk kuota lansia, dari total 9 kuota yang tersedia di Berau tahun ini, hanya 3 yang mendaftar. Sisanya dialihkan ke kuota umum.
“Lansia itu minimal lima tahun setelah mendaftar, dengan syarat usia 80 tahun ke atas. Kalau tidak terpenuhi, kuotanya kita alihkan ke jemaah reguler,” tutupnya.
Sementara itu, dari total kuota pelunasan haji tahun ini, tercatat 234 jemaah termasuk kuota cadangan yang disiapkan. (Ard)













