Follow kami di google berita

HKTI Ajak Petani Ubah Eks Tambang Jadi Lahan Produktif Swasembada Pangan

TANJUNG REDEB – Bagi sebagian orang, lahan eks tambang atau bekas aktivitas penambangan pasti tidak bisa diberdayakan lagi. Namun, hal itu dipatahkan oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Dengan kolaborasi HKTI dengan pemerintah, petani digandeng untuk bisa bersama kembali menghidupkan lahan eks tambang tersebut. Salah satunya adalah dengan memberikan nutrisi lebih untuk tanah yang bakal digarap.

“HKTI ini adalah organisasi yang memfasilitasi kepentingan masyarakat tani, dengan pemerintah dan sebaliknya. HKTI memberikan semacam percontohan dengan lahan seluas sekitar 150 hektar yang kita garap sebagai lahan inti di Bantuas Kota Samarinda, yang merupakan lahan eks tambang,” ujar Rusianto, Ketua DPD HKTI dikonfirmasi Selasa (23/12) siang.

Mengapa Bantuas dipilih? Karena HKTI ingin menjadi role model bahwa lahan eks tambang yang banyak di Kaltim ini, berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu pendukung ketahanan pangan.

“Salah satunya dengan melakukan treatment tanah, dengan menginokulasi bakteri atau jamur penghancur komposer di lahan eks tambang itu,” tambahnya.

Karena secara umum lahan tadi rusaknya karena kegiatan tambang, dimana mikroorganisme penghasil enzim di komposer seperti semut ikut tergerus saat kegiatan penambangan berlangsung.

Sehingga pada saat ditambang maka lapisan kedua dan ketiga itu muncul, dan membuat tanaman tidak mungkin bisa tumbuh. Tetapi di mata orang pertanian, lahan itu masih bisa ditanami. Karena dengan alasan, tanaman di air dan udara bisa tumbuh apalagi di media tanah. Tinggal bagaimana memperkaya unsur hara dan mikroba di lahan itu.

“Upaya HKTI itu adalah bagaimana bisa berperan cepat sebagai agen peningkat produksi pangan dalam pengolahan lahan eks tambang,” ucap Dewan Penasehat HKTI, H.Abidin menambahkan.

Maka dari itu ada tiga langkah utama yang akan dilakukan, salah satunya dengan memperkaya unsur hara dan mikroorganisme yang ada. Dengan menggandeng pihak dari Korea, diyakini reklamasi lahan eks tambang menjadi lahan swasembada pangan seperti sektor pertanian dan peternakan, akan bisa dilakukan lebih cepat.(ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel