SAMBALIUNG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau masih menjadi ancaman. Bahkan, kini Karhutla makin mengkhawatirkan lantaran lokasinya yang semakin mendekati pemukiman.
Seperti yang terjadi pada Selasa (4/8) siang. Lahan kebun masyarakat seluas kurang lebih 2 Hektare di Kampung Tumbit Melayu Kecamatan Sambaliung habis dilahap api. Karhutla ini memicu kekhawatiran lantaran dari laporan warga, ada pemukiman warga yang dekat dengan lokasi kebakaran.
“Kami dapat laporannya sekitar pukul 14.17 Wita dan langsung menurunkan personnel ke lokasi. Pemadaman memakan waktu cukup lama sejak pukul 14.45 wita saat petugas tiba di lokasi hingga pukul 16.38 wita akhirnya api berhasil dipadamkan,” ujar Kepala BPBD Berau, Masyahadi Muhdi.
Untuk penyebab atau kronologis pasti terjadinya Karhutla belum bisa dipastikan. Terlebih dengan kondisi cuaca panas dan angin kencang yang menjadi salah satu penyebab cepat meluasnya kobaran api.
“Says langsung memberikan perintah kepada Kabid Kedaruratan dan Logistik, kemudian Kabid memerintahkan personil TRC untuk melakukan pemadaman dan pendinginanan serta dibantu personel dari Manggala Angin, Disdamkar,” tambahnya.
Sebanyak 2 Unit Mobil Dalkarhutla BPBD dan 1 Unit Mobil Ws DISDAMKARTAN yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sehari sebelumnya pada Senin (3/8) siang juga terjadi Karhutla di empat titik sekaligus yakni di Jalan Poros Samarinda Kilometer 23, area Limunjan dan dua titik di area Labanan. Petugas yang merespon dengan cepat, berhasil memadamkan api dengan cepat. (Ard)













