91 Hotspot Masih Terdeteksi di Berau

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau menjadi penyumbang terbesar titik panas (hotspot) di Kalimantan Timur. Dalam satu hari pemantauan, 91 titik terdeteksi di wilayah ini.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 147 hotspot terpantau di Kaltim pada 17 September 2026, mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA.
Dari jumlah tersebut, 91 titik atau sekitar 62 persen berada di Berau. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya.
Kabupaten Paser berada di urutan berikutnya dengan 40 hotspot, disusul Kutai Timur 12 titik dan Kutai Kartanegara empat titik.
Sementara Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Penajam Paser Utara tidak tercatat memiliki hotspot dalam pemantauan tersebut.
Di Berau, 79 dari 91 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah. Kemudian sembilan titik masuk kategori kepercayaan tinggi dan tiga titik berkategori rendah.
Tingginya sebaran hotspot tersebut menjadi indikator kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih kondisi kemarau masih berlangsung.
Namun, BMKG menegaskan hotspot bukan berarti otomatis merupakan titik kebakaran. Data satelit tersebut merupakan indikasi anomali panas yang tetap membutuhkan verifikasi di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, kewaspadaan terhadap karhutla di Berau masih perlu diperkuat, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki sebaran hotspot cukup tinggi. (Akm)




















