Kabut Asap Pekat Gagalkan Aktivitas Penerbangan Hari Ini

TANJUNG REDEB – Aktivitas Karhutla di Kabupaten Berau hingga hari ini masih memberikan dampak signifikan. Penerbangan masuk ke Kalimarau pada Kamis (17/9) malam pun gagal akibat tebalnya kabut asap, yang bahkan berada di bawah standar jarak pandang.
Gangguan ini ternyata masih berlanjut pada Jumat (18/9). Kepala BLU UPBU Kalimarau, Patah Atabri menyebut jarak pandang di Bandara Kalimarau masih berada di kisaran 1.000 hingga 1.500 meter sehingga belum ada pergerakan penerbangan.
“Jadi belum ada pergerakan di Bandara Kalimarau untuk hari ini. Bahkan dipastikan pesawat Batik dari Jakarta ke Berau masih di-hold di Bandara Soekarno-Hatta,” katanya ditemui pada Jumat (18/9).
Sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi pada pesawat Super Air Jet IU 578 rute Balikpapan-Berau. Pesawat yang berangkat sekitar pukul 17.00 WITA pada Kamis kemarin, sempat masuk ke area Bandara Kalimarau.
Namun, ketika berada di posisi long final, jarak pandang di Kalimarau kembali menjadi pertimbangan. Meski sebelumnya diinformasikan jarak pandang mencapai 2.000 meter yang merupakan batas minimal, pesawat akhirnya memutuskan berputar kembali ke Balikpapan.
“Sudah take off dari Balikpapan dan sudah di ujung runway, di long final Kalimarau. Tetapi dengan jarak pandang 2.000 meter, yang bahkan tak terlihat garis runway-nya, pesawat Super Air Jet memutuskan kembali lagi ke Balikpapan,” jelas Patah.
Kondisi ini menunjukkan kabut asap tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga mulai mengganggu konektivitas transportasi udara Berau. Sedangkan operasional penerbangan sangat bergantung pada kondisi jarak pandang demi memastikan proses lepas landas dan pendaratan berlangsung aman.
“Kami mengimbau agar masyarakat jangan dulu melakukan perjalanan ke luar Berau karena kondisi kabut asap yang seperti ini. Sedangkan kapan mulai aktif lagi penerbangan, kita pantai terus dari update BMKG juga,” tutupnya. (Ard)




















