Kepungan Kabut Asap Kian Pekat, Pakai Masker dan BDR Opsi Utama

TANJUNG REDEB — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memprihatinkan di Kabupaten Berau dan wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) lainnya. Meski sempat melandai beberapa hari lalu, kualitas udara dalam sepekan terakhir memburuk secara signifikan hingga memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemerintah Kabupaten Berau bersama BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengonfirmasi bahwa indikator kualitas udara seperti PM 2,5 dan PM 10 melambung tinggi melewati batas aman pada Jumat (18/9) pagi.

Wabup Berau Gamalis yang melihat langsung proses pengukuran di ruang terbuka yakni tepian Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa kadar konsentrasi partikel halus PM 2,5 yang biasanya berada di kisaran angka 25, kini melesat hingga mencapai 385. Sementara itu, PM 10 melonjak drastis hingga menyentuh angka 1.400-an.

“Partikel kecil ini kalau kita tidak mawas bisa masuk ke saluran pernapasan, paru-paru, hingga ke pembuluh darah, yang dapat berdampak pada kesehatan jantung dan organ lainnya,” ujar Wabup Berau.

Seiring dengan memburuknya pencemaran udara, angka kasus ISPA dilaporkan naik drastis hingga ratusan kali lipat dibandingkan total bulanan biasa.

Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif dengan meminta masyarakat kembali menggalakkan penggunaan masker saat berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas di luar jika tidak mendesak. Program Belajar Dari Rumah (BDR) bagi anak-anak sekolah juga diminta untuk diaktifkan kembali.

“Tapi perlu diingat, saat BDR diaktifkan, anak-anak jangan malah bebas keluyuran di luar rumah. Itu yang harus kita jaga bersama,” tegasnya. (ADV/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel