Alat Pemantau Udara Outdoor Mulai Dipasang

TANJUNG REDEB — Kualitas udara di Kabupaten Berau menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan, akibat kabut asap yang kian pekat dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta BPBD bergerak cepat dengan memasang alat pemantau kualitas udara luar ruangan (outdoor) di halaman Kantor Bupati pada Jumat (18/9) siang.

Langkah ini diambil setelah pemantauan kondisi udara dalam ruangan (indoor) berapa hari terakhir, menunjukkan angka Particulate Matter (PM2,5) yang sangat tinggi.
Berdasarkan hasil pengujian Dinas Kesehatan, konsentrasi PM2,5 di area pemukiman sempat menyentuh angka 385 hingga mencapai puncaknya di angka 500.
“Kita mau memastikan kualitas udara ini karena sudah membahayakan kesehatan. Angka kasus ISPA kita juga terus bertambah. Ini sudah jadi warning buat kita,” ungkap Wabup Berau Gamalis, saat melihat proses pemasangan alat pengukuran ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara).
Alat ISPU luar ruangan tersebut dipasang sekitar pukul 14.00 WITA dan akan merekam kondisi udara selama 24 jam penuh.
“Insyaallah hasilnya bisa kita ketahui besok sekitar pukul 15.00 WITA atau maksimal 16.00 WITA setelah dianalisis di laboratorium,” ujar perwakilan DLHK Berau.
Wabup Berau menambahkan, data detail hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi landasan kebijakan pemerintah daerah, terkait pelaksanaan berbagai aktivitas luar ruangan dan event publik yang telah dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan. (ADV/Ard)




















