TANJUNG REDEB – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai berdampak terhadap jarak pandang di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau. Pada Senin (31/8/2026), jarak pandang tercatat berada di kisaran 1,5 Km hingga 4,5 Km.
Meski kondisi tersebut mengalami penurunan, aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau masih berjalan normal. Tidak ada penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) maupun pengalihan pendaratan (divert).
Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan kondisi asap memang memengaruhi jarak pandang, namun sejauh ini belum sampai mengganggu operasional penerbangan.
“Memang ada dampak asap terhadap jarak pandang. Tetapi alhamdulillah operasional penerbangan tetap normal,” ujar Patah.
Ia memastikaUMUM / TRANSPORTASI
Aktivitas Penerbangan Masih Normal Meskipun Jarak Pandang Turun
TANJUNG REDEB –
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai berdampak terhadap jarak pandang di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau. Pada Senin (31/8/2026), jarak pandang tercatat berada di kisaran 1,5 Km hingga 4,5 Km.
Meski kondisi tersebut mengalami penurunan, aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau masih berjalan normal. Tidak ada penerbangan yang mengalami keterlambatan (delay) maupun pengalihan pendaratan (divert).
Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan kondisi asap memang memengaruhi jarak pandang, namun sejauh ini belum sampai mengganggu operasional penerbangan.
“Memang ada dampak asap terhadap jarak pandang. Tetapi alhamdulillah operasional penerbangan tetap normal,” ujar Patah.
Ia memastikan pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan perkembangan cuaca sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
“Untuk tanggal 31 Agustus, penerbangan berjalan seperti biasa. Tidak ada delay dan tidak ada divert,” tegasnya.
Menurut Patah, kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan dalam operasional penerbangan, terlebih ketika wilayah Berau masih menghadapi kabut asap akibat karhutla.
Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap penerbangan dapat beroperasi sesuai standar keselamatan.
“Yang utama tetap keselamatan penerbangan. Kondisi di lapangan terus kami monitor,” katanya.
Kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu sehingga perkembangan terbaru perlu menjadi perhatian.
Sejauh pemantauan pada 31 Agustus 2026, kabut asap belum menyebabkan gangguan terhadap jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau.(Akm)n pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan perkembangan cuaca sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
“Untuk tanggal 31 Agustus, penerbangan berjalan seperti biasa. Tidak ada delay dan tidak ada divert,” tegasnya.
Menurut Patah, kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan dalam operasional penerbangan, terlebih ketika wilayah Berau masih menghadapi kabut asap akibat karhutla.
Karena itu, pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap penerbangan dapat beroperasi sesuai standar keselamatan.
“Yang utama tetap keselamatan penerbangan. Kondisi di lapangan terus kami monitor,” katanya.
Kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu sehingga perkembangan terbaru perlu menjadi perhatian.
Sejauh pemantauan pada 31 Agustus 2026, kabut asap belum menyebabkan gangguan terhadap jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau.(Akm)













