TANJUNG REDEB – Seminar literasi menjadi kunci utama dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau bersama Pemkab Berau mengatakan hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca dan pemahaman literasi dasar bagi pelajar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau, Yudha Budisantoso, menegaskan bahwa kemampuan literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga harus memahami informasi, dan membangun karakter generasi muda yang kritis.
“Jika ingin menghadapi tahun 2045, literasi itu penting. Apa yang kita siapkan? Kita sudah harus membekali kemampuan literasi untuk menghadapi generasi emas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi pendidikan di Kabupaten Berau dimana masih banyak pelajar yang putus sekolah, dan hanya menyelesaikan pendidikan sekolah sampai kelas dua SMA.
Menurutnya, tingkat pendidikan yang tidak tuntas akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan Indonesia Emas.
“Banyak anak-anak kita yang hanya sampai kelas dua SMA, atau tiga tahun SMK tidak selesai. Hal ini harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak bisa bicara generasi emas jika pondasi literasinya rapuh,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menemukan potensi, memperluas wawasan, dan membangun kesadaran tentang pentingnya membaca.
“Pelajar harus menjadi ujung tombak gerakan literasi. Karena kalian-kalian inilah yang akan menghadapi era 2045. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?,” pungkasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan dan diperluas ke berbagai sekolah untuk memastikan pemerataan literasi di seluruh daerah. (Ta)













