TANJUNG REDEB – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Berau untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan rencana pembangunan UMKM Center yang akan menjadi wadah baru bagi pelaku usaha kecil menengah untuk tumbuh dan bersaing.
Di beberapa kesempatan yang melibatkan para UMKM, Bupati juga berpesan agar produk UMKM bisa dijaga bahkan ditingkatkan kualitasnya. Apalagi dengan adanya UMKM center nantinya, yang akan membantu memasarkan produk tersebut.
“Kita mulai dari dalam kota yang menjangkau kecamatan-kecamatan terdekat, kemudian bertahap di setiap kecamatan hingga pelosok. Ini jadi peluang besar bagi UMKM untuk mempromosikan produknya. Dan memudahkan wisatawan mencari buah tangan,” ujar Bupati Berau Sri Juniarsih.
Program ini digagas oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau dengan tujuan menghubungkan hasil karya masyarakat dengan jaringan pemasaran yang lebih luas. Melalui koperasi, produk-produk lokal diharapkan bisa lebih mudah menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
Koperasi Desa Merah Putih sendiri bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Mereka memiliki akses pembiayaan lebih mudah dan bisa membantu IKM dalam hal produksi serta pemasaran.
“Jadi nanti pelaku IKM fokus membuat produk, sementara koperasi yang bantu memasarkan,” ujar Eva Yunita, Kepala Diskoperindag Berau.
Diskoperindag juga menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi peserta koperasi desa di 13 kecamatan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi dalam mendukung pengembangan ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Program ini juga merupakan bagian dari implementasi keinginan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perekonomian desa melalui dukungan dana pinjaman bagi masyarakat.
Dana tersebut dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih untuk disalurkan kepada warga yang memiliki potensi dan kemauan membuka usaha baru.
“Tentu ini bukan dana hibah, melainkan dana pinjaman dari negara yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan potensi desa untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” tegas Eva. (Adv/Ard)













