TANJUNG REDEB — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan kesiapan menghadapi perubahan standar penilaian pembangunan kampung yang kini menggunakan Indeks Desa.
”Metode baru ini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya Indeks Desa Membangun (IDM),” tergasnya.
Evaluasi tahun 2025 menunjukkan Berau memiliki 22 Kampung Mandiri, 48 Kampung Maju, dan 30 Kampung Berkembang. Namun, perubahan indikator membuat mempertahankan capaian tersebut menjadi tantangan tersendiri.
Tentram menyampaikan bahwa pihaknya tetap menargetkan 22 Kampung Mandiri untuk tahun 2026.
“Target kita di tahun 2026 untuk kampung mandiri tetap di 22, karena sekarang penilaian menggunakan Indeks Desa, bukan IDM lagi,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Indeks Desa menuntut pendataan yang lebih rinci dan menyeluruh. Karena itu, DPMK mulai menyusun strategi baru untuk memastikan kampung tetap memenuhi indikator terkait layanan dasar, ketahanan ekonomi, hingga kapasitas kelembagaan.
“Indeks Desa ini lebih detail. Maka strategi kita juga harus lebih kuat agar kampung tidak turun kelas,” tutupnya. (Adv/Ky).












