TANJUNG REDEB — Selain mempertahankan status Kampung Mandiri, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau mematok target peningkatan status bagi kampung berkembang.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan peningkatan status kampung tidak hanya ditentukan oleh indikator teknis, tetapi juga membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas SDM.
“Target ini diharapkan dapat dicapai melalui penguatan kapasitas desa dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kampung, masyarakat, serta tenaga pendamping desa,”terangnya.
Kami berharal Pada tahun 2026, ada 2 hingga 3 kampung diproyeksikan dapat naik kelas menjadi Kampung Maju.
“Semoga di tahun 2026 bisa menjadi maju untuk 2–3 kampung berkembang,” tambahnya.
Di sisi lain, DPMK mengingatkan adanya proyeksi penurunan Anggaran Dana Kampung (ADK) pada 2026. Karena itu, pemerintah kampung diimbau mengelola anggaran secara lebih selektif.
“Dengan terjadinya penurunan ADK di tahun 2026, maka anggaran harus dipakai memenuhi fasilitas yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.
Prioritas penggunaan ADK diarahkan pada kebutuhan mendesak masyarakat seperti air bersih, infrastruktur vital, dan penguatan layanan publik.
“Melalui pengelolaan dana yang efektif dan terarah, kami berharap kampung di Berau tetap berkembang meski dengan keterbatasan anggaran,” tutupnya. (Adv/Ky).












