TANJUNG REDEB – Jika biasanya perusahaan saling berebut dalam gelaran Job Fair, berbeda dengan tahun ini. Job Fair yang dibuka Pemkab Berau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menyiapkan terobosan baru dalam pelaksanaan Bursa Kerja 2026.
Tahun ini, perkebunan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan porsi lowongan kerja lebih banyak. Ini sebagai upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap industri pertambangan batu bara.
“Supaya pencari kerja tak hanya fokus di sektor pertambangan saja. Banyak sektor lain yang juga menjanjikan. Dan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong diversifikasi lapangan pekerjaan di Kabupaten Berau,” ungkap Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani beberapa waktu lalu.
Jika sesuai jadwal, maka pelaksanaan Job Fair akan berlangsung pada Juli 2026 ini. Disnakertrans juga telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan, baik yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan kelapa sawit, maupun pelaku usaha lokal agar berpartisipasi membuka lowongan pekerjaan.
“Khusus sektor perkebunan, kami sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan karena peluang kerjanya cukup banyak. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini,” tambahnya.
Kemudian, kehadiran UMKM dalam Job Fair bukan hanya membuka peluang kerja baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Para pelaku usaha lokal akan memiliki kesempatan yang sama dengan perusahaan-perusahaan besar dalam mencari tenaga kerja berkualitas, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha mereka.
“UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk ikut merekrut tenaga kerja lokal melalui Job Fair,” tutupnya. (Ard)













