TANJUNG REDEB – Enam Kepala Kampung (Kakam) di Kabupaten Berau bakal melaksanakan pergantian antar waktu (PAW) pada April 2026 ini. Dari total keenam kampung itu, empat di-PAW lantaran kakam sebelumnya meninggal dunia. Sedangkan dua lainnya karena tersandung kasus pidana.
“Enam kampung itu adalah Kampung Tasuk, Bebanir Bangun, Kampung Punan Malinau, BidukBiduk, Long Sului, dan Kampung Suaran,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu ditemui Senin (30/3/2026).
Untuk Kakam yang meninggal sehingga harus digantikan adalah Kampung Tasuk, Punan Malinau, Suaran, dan BidukBiduk. Sedangkan Kakam Bebanir Bangun yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai anggota DPR beberapa waktu lalu, juga harus digantikan.
“Yang tersandung masalah hukum adalah Kakam Long Sului yang putusannya sudah inkrah, jadi kita PAW juga,” tambahnya.
Untuk proses PAW sendiri saat ini sudah dalam tahap pembentukan panitia dan sudah bekerja. Masuk dalam tahap pendaftaran. Dari DPMK sendiri mengeluarkan surat keterangan yang menyatakan bahwa yang ikut PAW ini tidak lebih dari dua kali pernah menjabat atau dua periode.
Untuk periode PAW masing-masing Kakam yaitu Long Sului, BidukBiduk, Punan Malinau, dan Suaran hanya tersisa satu setengah tahun, dan berakhir pada 2027 mendatang. Sedangkan dua kampung lainnya masih tersisa tiga setengah tahun, dan berakhir pada 2029 mendatang.
“Jadi mereka yang ikut PAW dan terpilih, maka sisa waktu menjabatnya satu setengah dan tiga setengah ini sudah dihitung satu periode. Dengan undang-undang yang baru, masa jabatan kan
menjadi delapan tahun tapi hanya boleh dua periode,” bebernya.
Jadi, nanti kalau pun dia mau lanjut lagi dia hanya punya peluang satu kali saja lagi. Atau kalau pun yang dulu sudah pernah berarti ini adalah peluang terakhir.
“Untuk sementara waktu, calon yang masuk ke kita dalam pengurusan surat keterangan itu yang sudah kita keluarkan untuk calon kepala kampung BidukBiduk baru satu orang. Untuk calon kepala kampung Tasuk ada tiga orang. Nah untuk kepala kampung Sei Bebanir Bangun untuk sementara sudah empat orang,” pungkasnya. (Ard)













