BATU PUTIH – Kecamatan Batu Putih menjadi penutup rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah pesisir Kabupaten Berau. Dari forum tersebut, tercatat 133 usulan pembangunan yang mayoritas menyasar infrastruktur dasar, pendidikan, dan kesehatan.
Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada penurunan Alokasi Dana Kampung (ADK) menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan mutlak yang harus tetap diprioritaskan meskipun anggaran terbatas,” tegasnya, saat Musrenbang Kecamatan Batu Putih yang digelar di Pendopo Kecamatan, Jumat (6/2/2026).
Untuk tahun 2026, Pemkab Berau memfokuskan pembangunan pada peningkatan drainase, jalan usaha tani, serta pemenuhan fasilitas dasar pendidikan dan kesehatan. Di sektor pendidikan, perhatian diberikan pada pembangunan ruang kelas SD, lanjutan pembangunan SMP Balikukup, serta rumah dinas guru (RDG).
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah akan merehabilitasi rumah dinas tenaga kesehatan di puskesmas pembantu, termasuk rumah dinas Kayu Indah yang menjadi salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat.
“Di tengah efisiensi, layanan dasar tidak boleh terganggu. Bantuan hibah keagamaan untuk masjid dan gereja juga tetap disalurkan,” ujar Sri.
Sri juga meminta para kepala kampung agar lebih inovatif dan kreatif dalam mengelola ADK 2026 yang tercatat sekitar Rp145 miliar, sehingga mampu mendorong peningkatan pendapatan asli kampung. (Man)













