BATU PUTIH – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama di wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Batu Putih. Perbaikan infrastruktur dan konektivitas dinilai menjadi kunci utama pengembangan wisata.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebutkan, kondisi jalan poros pesisir saat ini telah mencapai sekitar 90 persen layak dan baik, sehingga waktu tempuh dari Tanjung Redeb ke kawasan pesisir semakin singkat.
“Destinasi wisata kita sangat potensial, tapi harus didukung akses jalan yang aman dan representatif agar benar-benar ramah bagi wisatawan,” ujarnya, saat Musrenbang Kecamatan Batu Putih yang digelar di Pendopo Kecamatan, Jumat (6/2/2026).
Selain jalan, keterbatasan jaringan telekomunikasi di kawasan wisata juga menjadi perhatian. Menurut Sri Juniarsih, masih banyak lokasi wisata unggulan yang belum terjangkau sinyal telepon dan internet.
“Di era digital, konektivitas adalah kebutuhan dasar. Wisatawan butuh akses komunikasi untuk keamanan, promosi, dan kenyamanan,” katanya.
Ia juga mendorong kader TP PKK dan masyarakat kampung untuk menangkap peluang ekonomi melalui sektor UMKM, khususnya produk lokal yang dapat dijadikan cenderamata wisata.
“Kita dukung UMKM, mulai dari kualitas produk, pengemasan, hingga perizinan PIRT. Produk harus unik dan layak dipasarkan,” ujarnya.
Menutup arahannya, Sri Juniarsih menyinggung potensi Danau Tulung Ni Lenggo sebagai destinasi unggulan Batu Putih. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah kampung, masyarakat, dan pihak swasta, terutama dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah di kawasan wisata.
“Pariwisata bisa meningkatkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan jika dikelola dengan baik,” pungkasnya. (Man)













