Follow kami di google berita

‎Waspada El Nino Ekstrem, Damkar Berau Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman Karhutla

‎TANJUNG REDEB – Ancaman fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia mulai April 2026 menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau.

‎Menghadapi potensi kemarau panjang, kesiapsiagaan kini diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Fenomena yang dijuluki “El Nino Godzilla” ini sebelumnya diperingatkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan potensi dampak signifikan hingga Oktober mendatang.

‎Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menegaskan pihaknya tidak ingin lengah menghadapi siklus cuaca ekstrem tersebut.

‎‎“El Nino ini memang siklus, tapi dampaknya tidak bisa dianggap biasa. Potensi panasnya bisa panjang, bahkan sampai delapan bulan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

‎‎Ia menjelaskan, dampak El Nino tidak hanya berisiko memicu karhutla, tetapi juga berpotensi meluas ke kebakaran permukiman, kekeringan lahan pertanian, hingga terganggunya sektor perikanan masyarakat.

‎‎”Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmat Berau mulai memperkuat kesiapan internal,” ujarnya.

‎‎Nofian juga, mengatakan, evaluasi personel terus dilakukan, disertai latihan mandiri serta pembentukan tim siaga guna meningkatkan respons cepat di lapangan.

‎“Kami sudah review personel dan siapkan tim siaga. Ini bagian dari mitigasi dini, termasuk pencegahan dan edukasi ke masyarakat,” jelasnya.

‎‎Saat ini, sebanyak 88 personel telah disiagakan dan tersebar di hampir seluruh kecamatan di Berau. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 250 personel.

‎‎“Memang belum ideal, tapi kami maksimalkan yang ada, termasuk melibatkan relawan dan Masyarakat Peduli Api,” katanya.

‎Dari sisi sarana, armada pemadam dinilai masih dalam kondisi siap operasional. Setiap kecamatan memiliki mobil tangki, sementara di pos induk tersedia sekitar 18 unit armada pendukung.

‎‎“Armada masih mencukupi untuk saat ini, tapi ke depan tetap perlu penambahan dan peremajaan,” tambahnya.

‎‎Selain itu, Disdamkarmat juga mengusulkan dukungan anggaran tambahan, termasuk melalui dana bagi hasil sumber daya kehutanan, guna memperkuat upaya penanggulangan karhutla.

‎‎Di sisi lain, Nofian mengingatkan masyarakat agar turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran, terutama selama musim kemarau panjang.

‎‎“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan pastikan aktivitas yang berpotensi memicu api selalu diawasi. Pencegahan itu kunci,” tegasnya.

‎‎Ia juga mengimbau masyarakat menyiapkan cadangan air di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi dini.

‎‎“Peran masyarakat sangat penting. Kalau semua ikut waspada, potensi kebakaran bisa kita tekan bersama,” pungkasnya. (Akm).

Bagikan

Subscribe to Our Channel