SUASANA PANDEMI BAGI LINGKUNGAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN BERAU

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Berau
, M. Hendratno, MH, AP, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau

ANEWS, Berau – Merebaknya Pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di daerah pedalaman, termasuk di bidang pendidikan, seperti perpustakaan daerah yang ada di Tanjung Redeb.  Terkait dengan kondisi itu, H. Hendratno, MH, AP, Kepala Perpustakaan Kabupaten Berau menjelaskan bahwa secara umum sifat pelayanan perpustakaan itu adalah non-stop, memang di Maret 2020 tadi ada pengaturan yang sangat ketat dari pemerintah terkait pencegahan penularan Covid-19 berkaitan dengan pemustaka yang kebanyakan dari anak-anak sekolah, terang Hendratno kepada ANews Kamis, 1/10/2020 saat ditemui di kantornya.

Rak Buku Perpustakaan

“Karena dibatasinya kegiatan secara umum, di masyarakat dan sekolah juga libur  (daring), tentunya kami juga menerapkan pola yang sama. Beda dengan OPD lain kita ini pelayanan umum. Jadi kami membatasi, pertama sekali yang kita lakukan adalah pemenuhan standar kesehatan anti-corona, misalnya hand-sanitizer, cuci tangan, penggunaan masker, jaga jarak, pengukuran suhu tubuh, itu yang kita terapkan,” jelas Hendratno.

Pada awalnya juga dilakukan pembatasan jumlah orang dan kunjungan bahkan sampai penutupan pelayanan seperti saat ini untuk secara fisik. Tetapi Perpustakaan juga menyediakan layanan iBerau, Layanan Perpustakaan Digital yang dapat dikunjungi. Aplikasinya bisa diunduh di Play Store.

Dan sementara ini kami melayani pengembalian buku dari para peminjam. Buku-buku yang dikembalikan terlebih dulu kami karantinakan, dengan cara karantina buku, kami susun di suatu tempat sampai 1 minggu baru dikembalikan ke rak buku asalnya.

Rak Buku dan Tempat Baca

“Jadi sampai saat ini kita masih menutup pelayanan kunjungan secara fisik tetapi secara online tetap berjalan,” ujarnya.

Ketika ditanya kondisi animo pengunjung di tengah pandemic dibandingkan dengan kondisi normal sebelumnya, Hendratno memang membenarkan ada penurunan karena pembatasan secara fisik.  Meskipun ada layanan daring seperti iBerau, tetapi memang berbeda animo masyarakat untuk membaca buku secara fisik dengan membaca melalui online yang formatnya berupa e-book.

Perpustakaan Berau meyediakan kurang lebih 40 ribuan buku dari berbagai bidang dan spesifikasi yang lengkap sesuai standar perpustakaan nasional yang disusun dalam ruangan yang nyaman dengan meja dan kursi yang disediakan, juga ada ruang khusus IT bagi peminat yang tertarik browsing melalui layanan internet yang tersedia.

Ruangan IT

Perpustakaan juga meminjamkan sejumlah buku ke berbagai sekolah selain ke masyarakat umum.

Hendaratno berharap agar masyarakat gemar membaca buku karena ada nilai yang terkandung yaitu ilmu pengetahuan di dalamnya .

“Buku itu bisa dibaca, dipahami  kemudian dari pemahaman itu bisa diaplikasi di kehidupan kita. Dan sekarang ini trendnya adalah inklusi yaitu mengarah ke penguatan di segala bidang seperti ekonomi, sains, kesehatan, lingkungan dan lainnya. Jadi buku itu bisa dipraktekkan guna menambah pengetahuannya untuk meningkatkan ekonominya, kesejahterannya,” pungkas Hendratno.

Hendratno berharap Perpustakaan Berau ini maju dibandingkan perpustakaan di kabupaten-kabupaten lainnya.

Bagikan