Rumah Adat Bajau Tanjung Batu akan Dibangun, Bentuk Kepedulian Terhadap Nilai Sejarah Leluhur


A-News, Pulau Derawan – Masyarakat adat Bajau, Kampung Tanjung Batu membentuk sekaligus menetapkan panitia pembangunan rumah adat suku Bajau Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan tahun 2021.

Di dalam struktur organisasi panitia itu terdiri dari 6 orang. Yang di dalamnya ada, 1 orang Ketua Panitia, 2 Orang Wakil Ketua, 2 Sekretaris dan 1 Bendahara.

Pembangunan rumah adat itu merupakan cita-cita lama masyarakat adat Bajau setempat sejak tahun 2012 berdasarkan permohonan yang diajukan ke pemerintah daerah Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Hanya saja baru di tahun 2021 pembangunannya menemui titik terang, setelah Disbudpar Berau menggelontorkan dana hibah sebesar Rp3 Miliar sebagai bantuan pembangunan rumah adat Bajau Tanjung Batu tersebut, hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Adat Bajau Tanjung Batu, Rory Syahrizal, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan Rory, terkait spesifikasi mulai dari rencana luasan, waktu pembangunan hingga desain rumah adat masih dalam proses. Namun demikian, untuk lokasi dan posisi sudah lebih dulu ditentukan. Yakni, di sekitar kawasan Pelabuhan Dermaga Sidayang.

“Untuk desainnya sendiri sudah ada darim kami (Masyarakat Adat Tanjung Batu) namun masih melakukan pelengkapan desain-desain yang lain, jadi untuk sementara ini masih berupa desain-desain kasarannya, motif-motif adat Bajau,” jelasnya.

“Rencana setelah panitia terbentuk kami akan langsung laporkan daftar nama-namanya ke Dewan Adat Gunung Tabur untuk langsung diberikan ke Dinas Pariwisata,” tambahnya.

Saat rumah adat itu berdiri, nantinya di beberapa bagian denah ruangan akan dipusatkan sebagai museum. Yang akan diisi benda-benda bersejarah peninggalan suku Bajau di lain sisi ruangan juga akan di bangun panggung budaya tempat pergeralan pentas seni.

“Dan nanti akan ada ruangan khusus untuk pemangku-pemangku adat dan masyarakat adat setempat,” ujarnya.

Rory yang juga selaku Ketua Panitia itu juga memastikan, dalam tahapan pembangunannya nanti akan ada tim khusus yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya proyek pembangunan rumah adat tersebut.

“Jadi nanti itu kami dibantu oleh Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur, jadi kami koordinasi kepada Dinas Pariwisata itu melalui Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur, karena juga selaku pembina masyarakat adat di Tanjung Batu,” ungkap Rory.

Ketua Adat Bajau Tanjung Batu itu berharap, setelah rumah adat berdiri nantinya, dapat menambah nilai-nilai budaya yang ada di Kampung Tanjung Batu serta dapat dikenal kembali oleh masyarakat umum.

“Dengan demikian nilai kebudayaan, leluhur masyarakat suku Bajau di Kampung Tanjung Batu khususnya di Kabupaten Berau ini mudah dikenal dan dapat terkenal hingga ke luar daerah bahkan bila perlu mancanegara,” harapnya.

“Serta dengan adanya rumah adat itu dapat menjadi akses wisata mengetahui nilai-nilai sejarah kaum masyarakat Bajau,” tandasnya.

Bagikan