PT BUMA LATI ANGKAT SUARA SOAL KASUS COVID-19 DI LINGKUNGAN KERJA

Adi Selaku Health Safety Environment (HSE) Superintendent BUMA Lati

ANews, Tanjung Redeb – Terkait dengan karyawan BUMA Lati yang dikabarkan terpapar covid-19 dikonfirmasi oleh managemen BUMA Lati, melalui tim gugusnya, Kamis (17/12/2020).

Health Safety Environment (HSE) Superintendent BUMA Lati Adi mengatakan, sejumlah karyawan yang terpapar itu diakuinya bukan merupakan pelaku perjalanan, melainkan transmisi lokal.

Dirinya menjelaskan kronologis awal mula munculnya kasus covid-19 di lingkungan karyawan tersebut, yakni pada 8 Desember lalu pasien dengan kode Berau 557, mengeluhkan tidak enak badan. Namun setelah dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Selanjutnya, dilakukan pelacakan dan didapati sebanyak 27 orang. Dan 2 orang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, dengan kode Berau 643 dan Berau 644.

“Untuk sementara 27 orang, kemungkinan akan bertambah, untuk Berau 577 namun bukan pelaku perjalanan,” katanya.

Dengan kasus tersebut, Adi mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam dan hingga saat ini masih melakukan tracking, baik terhadap kontak erat dari para karyawan.

“Menjadi tanggungan kami untuk biayanya,” imbuhnya.

Bagi karyawan yang hasil PCR nya Negatif,maka diperbolehkan untuk kembali bekerja. Kebijakan itu juga setelah mendapat persetujuan dari tim gugus tugas Berau Coal.

“Namun jika belum diperbolehkan, maka dilakukan isolasi mandiri, di mess karyawan khusus yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan. Ada mess yang digunakan, khusus memang, dan ada penjaganya,” ujar Adi.

Sementara itu, pihaknya juga sudah membuat SOP bagi karyawan yang pulang cuti dari luar Berau, untuk diwajibkan melakukan PCR dua kali, yakni pada saat hendak masuk Berau, dan tiba di Berau. Bahkan, dipastikan selama isolasi karyawan akan terus dipantau melalui aplikasi.

“Jika hasilnya terkonfirmasi, maka akan langsung dilaporkan kepada Berau Coal dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau. Apabila negatif, masih menunggu persetujuan dari tim gugus Berau Coal, apakah boleh bekerja atau tidak,” ucapnya.

“Kami ada aplikasi, untuk memastikan yang bersangkutan tidak kemana mana jika isolasi mandiri,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, untuk perusahaan yang melakukan tracking yakni perusahaan sendiri, tetapi tetap melakukan koordinasi dengan pihak Dinkes.

“Benar, mereka ada melaporkan kepada kami, hasil tracking dan juga hasil PCR nya,” katanya.

Akan tetapi Iswahyudi membeberkan jika kasus covid-19 di lingkungan kerja PT BUMA Lati tersebut, tidak menutup kemungkinan akan bertambah, mengingat tracking masih terus dilakukan.

“Tidak menutup kemungkinan bertambah, ini masih menunggu hasil juga,” ujarnya. (mik)

Bagikan