KLASTER SIS BMO DIDUGA AKIBAT TERPAPAR DARI KARYAWAN DARI LUAR BERAU

Eka Ahadi Yuliansyah, SE, Kasi Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Berau.

ANEWS, Berau – Menindaklanjuti terkait klaster SIS BMO, pemberitaan sebelumnya, Kamis, 12/11 Anews berencana meminta tanggapan Kadis BPBD atau Sekretaris, yang ternyata keduanya keburu berangkat ke luar daerah, yang akhirnya menemui Eka Ahadi Yuliansyah, SE, Kasi Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Berau.

Menurut Eka Ahadi Yuliansyah kalau penanganan langsung karena klaster ini orangnya sudah masuk ke rumah sakit orangnya, trackernya ke puskesmas-puskemas.

Ditambahkan dia kalau yang berkaitan dengan klaster-klaster yang terjadi di perusahaan, seperti SIS itu sudah ada sekat-sekatnya.

“Kalau perusahaan, itu memang sudah dilangsungkan kepada perusahaan yang bertanggungjawab. Jadi kalau dia sudah berkomunikasi kepada rumah sakit, yah BPBD tinggal monitoring saja,” jelasnya.

Kantor BPBD Berau

“Permasalahannya kami sendiri, BPBD tidak bisa turun langsung kalau tidak ada, pada saat kami lakukan pencegahan, kami temukan. Yang kami lakukan selama ini pembagian spanduk, nah besok ada kegiatan pembagian masker, upaya-upaya pencegahan hanya sampai di situ,” ujar Eka.

Tapi kalau sudah menyentuh ke penanganan langsung, seperti kasus yang baru ini (Klaster SIS) karena yang menemukan itu adalah perusahaan sendiri, mereka sudah membawa ini ke rumah sakit pasiennya.

“Sehingga waktu kemarin itu trackingnya, ya dari pihak puskesmas, dinas kesehatan sama rumah sakit langsung,” pungkasnya.

Kemarin yang ditemukan kejadian SIS itu, tambah dia, karena karyawan yang ada gejala itu berobat ke klinik perusahaan, dan karena sudah kelihatannya ini memburuk, dirujuk ke rumah sakit dan 15 orang itu berdasarkan hasil tracking.

“Dia pulang mancing dari luar Kabupaten Berau, dia tidak ada gejala, cuma sudah terlanjur kontak dengan yang 15 orang lainnya, beriring dengan waktu dia kelihatannya letih, lesu, segala macam, berobat. Begitu berobat di-swab ternyata positif,

“Nah akhirnya dari hasil positif dilakukan tracking dengan kontak, dengan siapa saja dia, nah dapatlah 15 orang itu,” tutupnya. (jul/nov)

Bagikan