TANJUNG REDEB – Meskipun sudah ada Surat Edaran dari Otoritas Bandar Udara Wilayah VII tentang antisipasi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap operasional penerbangan, namun untuk kondisi di Bandara Kalimarau sampai saat ini masih aman.
“Kondisi di Bandara Kalimarau saat ini masih aman untuk jarak pandang, dan juga untuk pergerakan take off dan landing pesawat udara,” ucap Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Patah Atabri, ditemui Rabu (12/8).
Dijelaskannya, untuk jarak pandang atau visibility masih di atas 5.000 meter atau 5 km. Sedangkan untuk pesawat yang mendarat di Bandara Kalimarau untuk hilo minimalnya, visibility-nya hanya 600 meter. Jadi masih aman.
“Memang kita dapat surat edaran tersebut, dan kita juga antisipasi apabila ada gangguan kabut asap di Bandara Kalimarau,” tambahnya.
Untuk jumlah intensitas penerbangan sendiri sampai saat ini juga masih stabil. Meskipun terkadang ada beberapa maskapai yang mengalihkan rute penerbangan, tetapi untuk frekuensinya masih sama.
“Memang kadang-kadang dari pihak maskapai Batik Air mengalihkan rute, yang rute Jakarta – Berau atau Surabaya – Berau, yang frekuensinya 7 kali seminggu menjadi 4 kali seminggu, itu situasional saja. Tapi secara ini normal semuanya. Tidak ada perubahan dan tidak ada gangguan saat ini,” pungkasnya. (Ard)













