TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Kalimantan Timur.
Setelah Derawan dan Maratua lebih dulu populer, kini pemerintah daerah punya rencana baru menghadirkan kapal pinisi sebagai ikon wisata laut sekaligus daya tarik investasi.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan ide ini muncul karena potensi wisata Berau tersebar di banyak titik, mulai dari pesisir hingga kepulauan. Namun, selama ini wisatawan masih mengandalkan transportasi darat dan kapal kecil untuk menjelajah.
“Kalau pakai kapal pinisi, wisatawan bisa langsung keliling laut, menikmati pemandangan, sekaligus menginap di atas kapal. Konsep seperti ini sudah berhasil di Labuan Bajo, dan kita punya potensi yang tidak kalah,” kata Nanang, saat ditemui beberapa waktu lalu di kantornya.
Rencananya, kapal pinisi ini tidak hanya jadi alat transportasi, tapi juga objek wisata itu sendiri. Di dalamnya akan ada fasilitas seperti kamar tidur, tempat bersantai, dan area untuk menyelam layaknya hotel terapung di tengah laut.
Dari sisi ekonomi, konsep ini dinilai cukup menjanjikan. Biaya membangun satu kapal pinisi diperkirakan sekitar Rp13–15 miliar, tapi dampak ekonominya bisa jauh lebih besar. Kehadiran kapal ini diyakini bisa menghidupkan sektor wisata laut, meningkatkan aktivitas UMKM di pesisir, hingga membuka peluang kerja baru.
Untuk menarik investor, pemerintah daerah berencana mempromosikan proyek ini lewat Profil Investasi Kalimantan Timur (PIKAT) yang dikelola Bank Indonesia.
“Belum ada investor yang masuk, tapi lewat forum itu kita buka peluangnya. Berau siap untuk menerima,” jelasnya.
Dari segi infrastruktur, Nanang menilai Berau sudah cukup siap. Beberapa pelabuhan seperti Tanjung Batu, Maratua, dan Teluk Sulaiman bisa dijadikan simpul utama untuk rute wisata laut.
“Kalau lihat dari tiga pelabuhan itu, potensinya besar sekali. Tinggal kesiapan SDM dan dukungan investor,” tambahnya.
Meski belum ada target waktu, Nanang optimistis ide ini bisa segera diwujudkan. Ia yakin kapal pinisi bisa menjadi ikon baru wisata bahari Berau, sekaligus memperkuat daya tariknya di mata wisatawan mancanegara.
“Ini bukan cuma soal transportasi, tapi pengalaman berwisata yang berbeda. Kalau Labuan Bajo bisa, kenapa Berau tidak?” tutupnya. (adv/ky)













