Follow kami di google berita

Investasi dan Penghormatan Masyarakat Adat Harus Jalan Beriringan

TANJUNG REDEB – Keseimbangan antara kepentingan investasi dan penghormatan terhadap masyarakat adat harus dijaga, di tengah munculnya dinamika konflik di lapangan. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyebut bahwa kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah tetap berpegang pada hukum yang berlaku, namun di sisi lain juga mendorong agar aktivitas investasi tidak mengabaikan nilai-nilai budaya, serta kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Kita menghargai hukum positif, tetapi perusahaan juga harus mengedepankan budaya lokal dan kearifan masyarakat. Ini penting agar tidak menimbulkan konflik,” ujar Muhammad Said saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Ia menekankan, keterlibatan tokoh adat dan masyarakat lokal dalam setiap aktivitas usaha, menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya gesekan.

“Dengan pendekatan yang inklusif, diharapkan hubungan antara perusahaan dan masyarakat dapat terjalin harmonis,” ungkapnya.

Ia juga berharap para pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mampu tumbuh bersama masyarakat sekitar. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan stabilitas sosial sekaligus mendukung keberlanjutan investasi di daerah.

“Kalau semua pihak saling merangkul, baik perusahaan maupun masyarakat, maka pembangunan bisa berjalan lebih baik dan manfaatnya dirasakan bersama,” jelasnya. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel