Gempa 7 SR Ancam Kaltara, Apakah Dampaknya Sampai Berau?

A-News.id, Tanjung Redeb — Potensi terjadinya gempa bumi 7 skala richter (SR) di wilayah  Kalimantan Utara (Kaltara) diprediksi mampu memicu bencana tsunami.

Dikatakan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, pihaknya bukan sedang menakuti-nakuti, akan tetapi hal ini merupakan fakta agar masyarakat dan pemerintah harus waspada.

“Kami tidak menakut-nakuti. Tapi ini faktanya, masayarakat dan pemerintah memang harus waspada,” ungkap Khilmi, dikutip dari media radartarakan.jawapos.com.

Dirinya menjelaskan, di Kota Tarakan memiliki sesar atau lempeng yang berpotensi mengakibatkan gempa sebesar 7 SR. Gempa yang cukup besar tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak lain seperti tsunami dan longsor. Khilmi menginginkan pihak pemerintah dapat meningkatkan edukasi sedini mungkin terhadap masyarakat agar mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

“Karena pada kenyataannya, saat terjadi gempa yang sudah latihan akan panik. Apalagi yang tidak pernah latihian. Sehingga kami harapkan masyarakat dapat lebih dini mengenal apa itu gempa dan apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi dan apa saja potensi yang diakibatkan oleh gempa,” jelasnya.

Dikatakannya, jika terjadi gempa sebesar 7 SR dan terjadinya dalam keadaan dangkal di laut, maka akan mampu menimbulkan tsunami. Namun jika terjadinya di darat, maka akan menimbulkan kerusakan sama seperti kasus gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

“Terjadi di darat atau di laut, dampak gempa ini sama yakni merusak,” katanya.

Untuk diketahui, sesar Tarakan berada di bawah Pulau Tarakan yang membentang dari arat Barat ke Timur dengan panjang 100 kilometer dan melampaui besarnya Tarakan. Namun terjadinya tsunami itu bergantung pada episentrum.

“Katakanlah episentrum gempanya di mana? Kalau di Timur Tarakan, maka pantai Timur Tarakan berpotensi. Kalau di Barat, Barat itu celah sempit,” ucapnya.

Mengenai hal itu, Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi membenarkan adanya potensi gempa bumi tersebut, akan tetapi untuk wilayah Kabupaten Berau sendiri akan tetap terdampak  walau intensitasnya berkurang.

“Karena sudah jauh dari pusat gempanya, termasuk lautnya juga sangat jauh dengan Tarakan,” bebernya.

Dirinya meminta masyarakat Berau jangan panik akan tetapi harus tetap siap siaga sedini mungkin. Dirinya memintah kepada pemerintah setempat harus meningkatkan edukasi ke masyarakat terhadap potensi gempa bumi yang akan terjadi suatu saat.

“Sebuah mitigasi sangat diperlukan, agar resiko-resiko berat dapat dikurangi saat bencana apapun itu, mau gempa bumi, longsor ataupun banjir bandang,” tandasnya. (yf)

Bagikan