TANJUNG REDEB – Jumlah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau terus meluas seiring bertambahnya titik sebaran panas atau hotspot. Bahkan, petugas BPBD dan Disdamkarmat Berau sudah kewalahan melakukan pemadaman yang hampir dilakukan setiap harinya.
Melihat hal ini, pihak BPBD Berau telah melayangkan surat ke pusat, guna meminta bantuan penambahan sarpras pemadaman Karhutla.
“Sehubungan dengan meningkatnya kejadian Karhutla di Berau, Kementrian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) regional Kalimantan V wilayah Tanjung Selor, membantu 2 unit truk tangki untuk dipinjam pakaikan ke BPBD Kabupaten Berau,” ujar Kepala BPBD Berau, Masyahadi Muhdi pada Jumat (14/8).
Selain itu, juga ada dukungan personel berjumlah 11 orang, terbagi di 2 lokasi yaitu Posko Merancang sebanyak 7 orang dan posko Sukan Tengah (posko BWS) sebanyak 4 orang.
“Berkaitan dengan hal tersebut, unit telah diterimakan dan saat ini ada di kantor BPBD Berau. Adapun dalam hal pengoperasian unit telah kami diskusikan dengan pihak BWS, yang menyerahkan penuh kepada BPBD untuk mengaturnya,” tambahnya.
Rencananya, 1 unit akan dioperasikan oleh rekan-rekan Manggala Agni, untuk memback up wilayah jalan poros Gunung Tabur – Tanjung Batu. Dan rencana hari ini unit akan standby di posko KPHP Berau Utara yang ada di Kampung Batu-Batu.
“Adapun BWS personel sebanyak 7 orang yang ada di posko Merancang, akan ikut bergabung di wilayah tersebut,” kata Masyahadi.
Sedangkan 1 unit lagi akan standby di BPBD untuk digunakan TRC-PB BPBD dan personel BWS Sukan 4 orang, untuk membantu pemadaman di lokasi lain. (Ard)













