TANJUNG REDEB – Potensi pariwisata Kabupaten Berau yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan destinasi buatan dinilai belum dapat dimaksimalkan sepenuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, menyebut mahalnya biaya transportasi masih menjadi salah satu kendala utama dalam menarik wisatawan datang ke Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, daya tarik wisata Berau sebenarnya mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia, bahkan dunia. Namun akses menuju destinasi masih membutuhkan biaya perjalanan yang cukup tinggi, sehingga wisatawan berpikir ulang sebelum berkunjung.
“Keindahannya tidak ada duanya. Tantangannya hanya satu, biaya transportasi yang cukup mahal sehingga orang yang datang ke sini berpikir-pikir dua kali,” ujar Ilyas saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ilyas merinci bahwa saat ini Berau memiliki 279 potensi daya tarik wisata. Namun sebagian besar belum dikelola secara optimal karena masih perlu penataan dan peningkatan kualitas layanan wisata.
Karena itu, pihaknya menegaskan bahwa promosi besar-besaran akan dilakukan setelah kesiapan destinasi benar-benar matang. Fokus saat ini adalah pembenahan fasilitas dan peningkatan kompetensi pelaku wisata.
“Jangan sampai kita promosikan destinasi yang belum siap. Nanti orang datang, kecewa. Jadi prioritas kami adalah memperbaiki fasilitas, menyiapkan SDM, baru setelah itu dipromosikan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hampir seluruh kecamatan di Berau memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari alam, wisata budaya, hingga wisata buatan.
Namun pengembangannya harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar pengalaman wisatawan tetap nyaman.
”Kami berharap segera ada pembenahan sektor pariwisata ini agar dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Berau,” tutupnya. (Adv/Ky).
Pariwisata Berau Melesat : 279 Destinasi Siap Dipoles, Menanti Lonjakan Wisatawan













