Follow kami di google berita

Tiga Suku “Bius” Dewan Kerja Kaltim dengan Tarian

TELUK BAYUR – Belasan penari dengan tiga jenis kostum berbeda satu persatu mulai memasuki lapangan di bumi perkemahan Mayang Mengurai. Tanpa alas kaki, penari yang menggunakan pakaian suku Bajau, Berau dan Dayak (Babada) ini sukses mengambil perhatian semua mata, di acara pembukaan Kemah Dewan Kerja Kaltim 2025.

Tak hanya memukau para tamu undangan yang hadir, peserta kemah yang berjumlah ribuan pelajar se-Kaltim di bumi perkemahan II Mayang Mengurai ini, juga ikut berdecak kagum.

Cuaca panas cukup menyengat tak menyurutkan semangat para peserta yang telah mendirikan tenda sejak kemarin. Kehadiran para penari juga seolah menjadi doping bagi mereka untuk tetap bertahan dalam upacara pembukaan kemah itu.

Diawali dengan tarian khas serupa selamat datang, menyambut rombongan para pejabat mulai dari Wagub Kaltim Seno Aji, beberapa OPD Provinsi Kaltim, Bupati dan Wabup Berau serta para wakil rakyat yakni DPRD Berau.

Puncak penampilan para penari itu adalah di tarian khas Suku Dayak. Tarian perang yang menggambarkan bagaimana keberanian dan kepahlawanan para lelaki Suku Dayak dalam berperang.

Bertajuk tarian kolosal, meskipun tampilannya hanya singkat beberapa menit, akan menjadikan cerita tersendiri bagi para tamu undangan dan peserta kemah yang hadir.

Kemah ini sendiri diikuti Pramuka mulai dari Penggalang, Penegak dan Pendega, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan seputar wisata lokal seperti situs-situs bersejarah di Berau, dengan tema City Tour.

“Jadi acara ini bukan hanya sekadar silaturahmi antar sesama organisasi Pramuka se-Kaltim, tetapi juga memberikan pengetahuan dan modal atau bekal ilmu kepada para peserta. Karena selain kegiatan Pramuka, juga ada pembinaan kerajinan,” ungkap Ketua Pramuka Kwartir Cabang Berau, Syarifatul Syadiah. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel