Terkait Jebolnya Tanggul, PT RUB Beri Klarifikasi

Anews, Tanjung Redeb – Banyaknya kabar yang simpang siur di media sosial terkait informasi tanggul milik perusahaan tambang batu bara PT Rantaupanjang Utama Bhakti (RUB) yang jebol dan mengakibatkan bencana banjir di Berau beberapa waktu lalu, membuat manajemen perusahaan angkat suara.

Klarifikasi oleh manajemen perusahaan tersebut, disampaikan dalam press rilis yang juga dihadiri oleh Kepala DLHK Sujadi dan Kepala Pelaksana BPBD Berau Thamrin, di salah satu café di Tanjung Redeb, Sabtu (22/5/2021).

Kepala Teknik Tambang PT RUB Jimmy Mart Lester menyampaikan, bahwa penyebab jebolnya tanggul diakibatkan karena luapan air sungai Kelay karena curah hujan yang tinggi. Berdasarkan kronologisnya, kejadian bermula pada, Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 04:46 lalu.

“Kami sudah lakukan upaya mulai dari hari Kamis (13/5/2021) sudah terdokumentasi bahwa kami sudah melakukan pemantauan serta penebalan tanggul dalam artian disini melebarkan tanggul bukan meninggikan, kalau meninggikan menurut pertimbangan tim teknis kami lebih riskan untuk jebol,” katanya.

“PIT (lokasi pertambangan) kami yang dikerjakan oleh rekan kerja kita PT Putra Perkasa Abadi juga terkena dampak dari luapan sungai Kelay yang masuk ke dalam front kerja penambangan, jadi bukan sebaliknya. Jadi bukan kami yang mengairi sungai,” ucap Jimmy.

Bahkan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak perusahaan juga sudah melakukan blokade disekitar areal yang terdampak dari luapan air.

“Kita sudah pasang garis pengaman (safety line) dan lain-lain untuk mencegah terjadinya orang-orang yang tidak berkepentingan, yang kurang memahami bahaya jika mendekat di areal tersebut, kita juga ada berkoordinasi dengan kepala kampung setempat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Berau Sujadi mengatakan, bahwa ia beserta tim dari DLHK sudah turun ke lokasi serta melakukan kajian lingkungan khususnya terhadap kualitas air.

“Kami ada tiga titik di sekitar PIT itu yang kami ambil sampel airnya, kemudian dari sungai kami ambil juga ada tiga titik, dan dari hasil kajian dan lab serta hasil tinjauan fisika kimia bahwa air masih layak atau masih sehat,” kata Sujadi.

“Menyikapi apa yang terjadi ini adalah musibah yang diakibatkan luapan banjir akibat hujan di hulu, terkait SOP dengan keamanan tambang juga sudah dilakukan, jadi dalam insiden ini tidak ada salah satu peralatan pun yang tertinggal di dalamnya, semua sudah dievakuasi sesuai dengan SOP keamanan tambang itu dan tidak ada korban jiwa dalah hal ini,” pungkasnya.(mik)

Bagikan