Total Kerugian Pasca Banjir Masih Dihitung

Anews, Tanjung Redeb – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Berau saat ini masih terus melakukan pendataan total kerugian secara menyeluruh pasca banjir yang terjadi hampir sepekan yakni sejak lebaran hari kedua, Kamis (13/5/2021) di 14 kampung yang tersebar di 4 kecamatan meliputi Kelay, Sambaliung, Segah dan Teluk Bayur

Kepala Sub Penysunan Program BPBD Berau Yusup Gunawan menuturkan, dari hasil pertemuan yang digelar pemerintah kabupaten Berau, beberapa kepala kampung masih menyampaikan kerugian secara langsung (kuantitatif).

“Mereka (kepala kampung) masih memperkirakan “ya kami ratusan juta”, Cuma kan secara detail belum dilakukan perhitungan dan sesuai arahan bupati juga nanti OPD terkait itu yang akan melakukan mencatat barang-barang (inventarisasi),” ujar Yusup di ruang kerjanya, Jumat, (21/5/2021).

“Termasuk kami juga dari BPBD, baik dari sektor pertanian, perkebunan serta rumah sakit dan sebagainya itu mereka masing-masing OPD diarahkan untuk tetap berkoordinasi dan bersinergitas untuk melakukan perhitungan kerugian tersebut,” sambungnya.

Kata Yusup, untuk BPBD sendiri saat ini lebih fokus ke penanganan kebencanaan pasca banjir, seperti misal distribusi sembako, bantuan dan hal-hal lain yang perlu dievakusi.

“Kami tetap masih mendata dan melakukan pemantauan-pemantauan (lokasi banjir) karena memang dari situ (data) kalau memang kita sudah dapat angka pasti dan segala macam barulah kita bisa kategorikan itu sebagai darurat bencana atau tidak,” katanya.

Fakta di lapangan kalau kerugian paling banyak dialami oleh para petani dan peternak karena banyak aset seperti hasil kebun, sawah dan ternak mereka yang terkena dampak saat banjir masih merendam dan tak sedikit yang hanyut terbawa arus.

Sementara itu, saat ditanya kapan total kerugian bisa dipublikasi, Yusup mengaku belum bisa langsung menyimpulkan.

“Karena ini sifatnya banyak melibatkan lembaga (multisektoral) jadi saya pikir kalau kita juga tidak bisa sepihak mengeluarkan data sehingga kita tetap nanti berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya, termasuk nanti antisipasi ke depannya sepeti apa juga. Harapan kita kalau bisa lebih cepat, lebih bagus,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau banjir yang merendam sejumlah kampung yang tersebar di empat kecamatan meliputi Kelay, Sambaliung, Segah dan Teluk Bayur perlahan mulai surut, Rabu (19/5/2021).

Dalam hal ini pula, BPBD juga akan mengumpulkan informasi terkait kondisi kesehatan masyarakat untuk mengantisipasi penyakit akibat banjir seperti gatal-gatal, diare dan sejenisnya. (Mik)

Bagikan