PROGRAM DINAS PANGAN DENGAN PKK DORONG USAHA PENGELOLAAN MAKANAN LOKAL MANFAATKAN PEKARANGAN RUMAH WARGA

ANEWS, Berau – Peningkatan ekonomi masyarakat di masa pandemi ini memang menjadi perhatian pemerintah seperti UMKM dan usaha-usaha mandiri masyarakat khususnya di sektor pengolahan makanan, melalui usaha pengolahan rumahan, atau home industry.

Program pengolahan makanan lokal melalui kegiatan ibu-ibu PKK ternyata sudah dilaksanakan di 3 sampai 5 kecamatan per tahun di Kabupaten Berau. Namun dipilih di kampung atau kelurahan yang memungkinkan pengembangan pangan lokal, ungkap Robianto, ST, Kepala Bidang Program di Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rabu (10/3).

Dinas Pangan Berau sudah melakukan upaya peningkatan pangan lokal melalui program yang sudah berjalan ke seluruh kecamatan, namun tidak di semua kampung, tergantung kesiapan dan komoditi yang ada di kecamatan tersebut.

Seperti sukun, keladi, singkong itu bisa diolah menjadi produk makanan lokal setara dengan yang dijual di pasar.

Targetnya rata-rata ibu-ibu PKK di setiap kampung dengan mendatangkan chef yang mumpuni dari luar Berau, untuk memberikan edukasi kepada kalangan ibu-ibu PKK seperti cara pengolahan singkong, ubi dan sukun agar setara dengan makanan yang dijual di restoran-restoran.

Robianto, ST, Kepala Bidang Program di Dinas Pangan Kabupaten Berau

“Kita datangkan chef-nya yang bisa mengolah singkong, ubi, sukun setara dengan makanan di restoran. Itu penting kita buat karena bagaimana sumberdaya manusia di kampung itu bisa bersaing,” kata Robianto.

Kecamatan yang sudah jalan itu seperti di daerah-daerah lokasi wisata seperti Kecamatan Biduk-Biduk dan Kecamatan Pulau Derawan, termasuk Tanjung Redeb.

Lebih lanjut Robianto mengatakan bahwa kadang setelah diberikan pelatihan, mereka ada yang lupa. Itulah salah satu kelemahan kita dari sisi SDM.

Robianto berharap dengan adanya pelatihan tentang pengelolaan makan lokal, akan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan masyarakat lokal yang menjadi salah satu kearifan lokal, paling tidak untuk meningkatkan gizi untuk keluarganya sendiri.

Selain itu, ada juga program pemanfaatan pekarangan warga, dengan  pola penanaman dengan menggunakan polybag maupun di luasan pekarangan yang ada. Target utamanya konsumsi karbohidratnya bisa tercapai, pengeluaran bisa ditekan dan keamanan pangan dapat.

Sayur mayur, ikan lele dengan kolam terpalnya, lombok, terong, selada, sawi bisa dimanfaatkan sendiri.

Yang pasti bila dikelola sendiri tentu tidak menggunakan pestisida, sehingga produknya lebih sehat untuk dikonsumsi.

Program pemanfaatan pekarangan ini atau yang secara nasional dikenal dengan Program KRPL (Kelompok Rumah Pangan Lestari), bila dilakukan 10 sampai 25 keluarga di setiap kampung, diharapkan akan dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain. Tujuan akhirnya adalah dalam rangka mencapai kecukupan pangan.

Di sisi dinas, Robianto juga berharap ada penambahan tenaga agar program-program yang dilaksanakan Dinas Pangan dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan, karena faktor keterbatasan tenaga. (nov)

Bagikan